HeadlineKaltim

Persentasi Calon Ibu Kota ke Presiden, Isran: Kaltim Lebih Unggul dari Daerah Lain

Gubernur Kaltim Isran Noor. ZULKIFLI/KALTIMTODAY.CO

Kaltimtoday.coSamarinda – Setelah sempat tertunda rencana presentasi pada Senin (5/8/2019) lalu, Gubernur Kaltim Isran Noor mengaku langsung menuntaskannya pada Selasa (6/8/2019) atau keesokan harinya.

Dalam penyampaian presentasi tentang kesiapan Kaltim menyambut perencanaan pemindahan ibu kota negara ini, disebutkan Isran, Kaltim lebih unggul. Salah satunya, Kaltim sangat minim kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Di Kaltim, sebut Isran, angka Karhutla turun drastis hingga angka 85 persen. Itu berdasarkan pantauan langsung menggunakan Satelit Noah.

“Soal angka Karhutla bahkan presiden sudah tahu kalau Kaltim sangat minim,” ungkap Isran.

Selain minim kebakaran, dari sisi ekonomi, Isran juga menyampaikan, jika nilai ekspor Kaltim 2018 tumbuh sebesar 18,5 persen. Kemudin untuk nilai impor hanya 14 persen. Secara ekonomi, kata Isran, Kaltim surplus hampir Rp 14 miliar. Artinya, Kaltim menjadi salah satu pemberi kontribusi atau penyumbang yang mampu menekan defisif perdagangan nasional. Itu menjadi nilai plus tersendiri bagi Kaltim untuk menjadi ibu kota negara.

Diungkapkannnya, persentasi dia bawakan langsung di hadapan presiden. Itu sebagai bukti bahwa Kaltim sangat siap jika ditunjuk sebagai ibu kota negara menggantikan Jakarta. Bahkan kesiapan juga diikuti oleh pemerintah kabupaten/kota, dan masyarakat Kaltim.

“Saya sampaikan, kalau Kaltim siap. Masyarakat dan pemerintah pada dasarnya sami’na wa atho’na. Mendengarkan dan taat,” ucap Isran.

Dari sisi lingkungan, Kaltim terbilang aman dari berbagai potensi bencana. Misalnya gempa bumi. Begitu juga dengan bencana kebakaran hutan dalam skala luas, di Kaltim nyaris tidak pernah ada.

“Yang lain-lainnya, termasuk soal keamanan dan ketertiban, sampai sekarang Kaltim tidak pernah ada kasus yang terkait dengan konflik suku, agama, dan ras,” sambungnya.

Kaltim dapat dikatakan sebagai miniatur Indonesia. Hampir semua suku dan agama di nusantara, tinggal dan bermukim di Kaltim. Sejauh ini, semua golongan itu hidup rukun dan damai. Ketika ada konflik yang muncul ke permukaan, bisa langsung diredam.

“Relatif semua komunitas suku, bangsa, dan agama di Indonesia ada banyak di Kaltim dan hampir merata jumlahnya dan tidak ada yang terlalu mendominasi,” tutupnya.

[JRO | TOS]

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close