Berau

Ratusan Buruh Pekerja Sawit PT NPN Unjuk Rasa, Minta Pemkab Berau Turun Tangan Soal Dugaan PHK Sepihak

Rizal — Kaltim Today 14 Maret 2023 19:17
Ratusan Buruh Pekerja Sawit PT NPN Unjuk Rasa, Minta Pemkab Berau Turun Tangan Soal Dugaan PHK Sepihak
Unjuk rasa buruk pekerja sawit di PT NPN digelar di depan Kantor Bupati Berau. (Rizal/Kaltimtoday.co)

Kaltimtoday.co, Berau - Ratusan buruh pekerja sawit melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Berau, Senin (13/3/2022). Mereka menuntut agar persoalan PHK yang diduga dilakukan sepihak oleh PT Natura Pasifik Nusantara (NPN) bisa ditangani oleh Pemkab Berau

Pasalnya, para buruh menilai bahwa perusahaan PT NPN telah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) secara sepihak. Ketua DPC F HUKATAN-KSBSI Berau, Budiman mengungkapkan pemecatan tersebut merupakan PHK sepihak.

"Pemecatan itu adalah PHK sepihak karena tidak ada keputusan dari Pengadilan Hubungan Industri (HI)," ungkap Budiman.

Menurutnya, PT NPN kerap melangkahi aturan yang ada. Apabila, dilakukan PHK, harusnya sudah melewati regulasi sesuai aturan undang-undang. Apalagi, sebelum adanya putusan Pengadilan Hubungan Industrial, maka perusahaan harus tetap memenuhi hak-hak karyawan.

“Tidak hanya itu, PT NPN sudah mengeluarkan surat PHK 2 kali kepada karyawan yang sama tapi dengan alasan yang berbeda. Itu jatuhnya PHK sepihak, dari pemerintah ke perusahaan. Apalagi, tidak ada putusan dari Pengadilan HI. Ini jelas melanggar aturan,” sambungnya. 

Dijelaskannya, tidak ada solusi dari pemerintah. Pihaknya akan mengambil tindakan sendiri. Dirinya berharap, pihak perusahaan dapat menarik kebijakan PHK sepihak yang dilakukan. 

“Tapi, jika perusahaan itu tidak mau mematuhi kebijakan yang ada, maka kami akan tutup perusahaan itu,” tegasnya.

Menyikapi hal itu, Pj Sekda Berau Agus Wahyudi dan Asisten I Setkab Berau, Hendratno mengatakan bahwa pihaknya akan bersurat kepada pihak manajemen PT NPN untuk menyelesaikan konflik tersebut. 

"Kami pastikan akan mengambil sikap terhadap persoalan ini dan akan kami jadwalkan waktu untuk mencari akar persoalannya. Kemudian, kita gali penyebabnya, lalu kita cari solusinya," pungkasnya. 

[YMD]



Berita Lainnya