Kutim

Sambut Penerapan Pembelajaran Tatap Muka, Satgas Covid-19 Pantau Kesiapan SD 001 Sangatta Utara

Kaltim Today
17 Mei 2021 20:03
Sambut Penerapan Pembelajaran Tatap Muka, Satgas Covid-19 Pantau Kesiapan SD 001 Sangatta Utara
Dinas Kesehatan Kutai Timur melalui Satgas Covid-19 PTM Puskesmas Sangatta Utara melakukan pemeriksaan terhadap sekolah-sekolah di Kutim terkait kesiapan mereka menyambut PTM, Senin (17/5/201). (Ramlah/Kaltimtoday.co).

Kaltimtoday.co , Sangatta - Meskipun belum mendapatkan lampu hijau dari pemerintah provinsi Kalimantan Timur, persiapan untuk pembelajaran tatap muka (PTM) terus dilakukan di Kabupaten Kutai Timur (Kutim).

Disamping boleh atau tidaknya PTM diterapkan, berbagai sekolah negeri di Kutim sudah melakukan persiapan sejak akhir 2020 lalu.

Untuk itu, Dinas Kesehatan Kutai Timur melalui Satgas Covid-19 PTM Puskesmas Sangatta Utara melakukan pemeriksaan terhadap sekolah negeri di Kutim terkait kesiapannya menyambut PTM pada Senin (17/5/2021).

"Kami mendatangi satu-persatu sekolah untuk mengecek kelengkapan dalam menghadapi persiapan tatap muka," ujar Koordinator Satgas Covid-19 PTM Puskesmas Sangatta Utara, Apriarti Pramesti.

 

 

A post shared by Kaltim Today (@kaltimtoday.co)

Tim dari Puskesmas Sangatta Utara hanya melakukan pemeriksaan terhadap 26 sekolah di bawah naungannya, yakni 12 SD, 10 SMP dan 4 Setingkat SMA di kecamatan Sangatta Utara.

Di masing-masing sekolah, tim membawa daftar tilik dan memeriksa apakah persyaratan yang harus dilengkapi sekolah dalam menghadapi tatap muka sudah terlaksana.

Persyaratan tersebut dimulai dari fasilitas protokol kesehatan hingga pengaturan sarana dan sarana baik di dalam dan di luar sekolah.

“Dari Dinas kami sudah menyiapkan daftar tiliknya seperti CTPS, pengaturan prasarana dan sarana sekolah, toilet, ruang UKS, ruang guru dan sarana diluar sekolah,” ucap Apriarti.

Di tempat yang sama, Kepala Sekolah SD 001 Sangatta Utara Jamaluddin memastikan jarak antar siswa selama pembelajaran menjadi prosedur mendasar dalam persiapan PTM di sekolahnya.

Waktu pembelajaran dengan sistem bergantian juga diatur oleh pihak sekolah untuk menghindari kontak langsung.

“Nanti, dalam satu kelas akan dibagi dua shif. Jadi tidak full semua masuk kelas. Kelas pagi dan kelas siang, untuk pengaturan jam nanti kita akan mendapatkan dulu, ”ucap Jamaluddin.

Dia juga menambahkan, tidak semua murid menjalani proses pembelajaran secara tatap muka.

Hal tersebut karena jumlah murid di SD 001 yang mencapai kurang lebih 900 orang, sehingga penggunaan sistem shift membuat banyak kehilangan waktu belajar.

“Dan semua tidak langsung masuk, ada yang masuk dan ada juga yang berani. Kalau masuk semua jelas tidak bisa. Sebab, jumlah murid kami sembilan ratusan, "tuturnya.

Sekadar diketahui, pemerintah pusat mencanangkan pelaksanaan PTM yang akan dimulai pada Juli 2021 mendatang.

Namun, kebijakan tersebut disesuaikan dengan kondisi penularan Covid-19 di daerah.

Untuk mempersiapkan pelaksanaan PTM di Kutim , pemerintah daerah melakukan kunjungan terhadap sekolah-sekolah untuk meninjau langsung kesiapan mereka.

[El | NON]

[related_posts_by_tax taxonomies = "post_tag"]



Berita Lainnya