Daerah
TWAP Pastikan Mayoritas Sekolah Langganan Banjir di Samarinda Tidak Perlu Relokasi
Kaltimtoday.co, Samarinda - Rencana relokasi sejumlah sekolah di Samarinda yang selama ini menjadi langganan banjir akhirnya menemukan kejelasan. Setelah evaluasi menyeluruh di lapangan, Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP) bersama Disdikbud dan PUPR memastikan sebagian besar sekolah tersebut masih layak digunakan dan tidak perlu dipindahkan ke lokasi baru.
Ketua TWAP Samarinda, Syaparudin, menegaskan temuan itu sekaligus mengubah arah kebijakan relokasi yang sebelumnya sempat menjadi opsi utama. “Untuk SDN 013 dan SMPN 24 di Jalan Pangeran Suryanata, hasil evaluasi kami tidak perlu relokasi. Sekolah masih layak ditempati,” ujarnya kepada awak media.
Menurutnya, persoalan yang menimpa sekolah-sekolah tersebut lebih bersifat teknis dan dapat diperbaiki tanpa memindahkan ribuan siswa ke lingkungan baru.
TWAP memastikan seluruh kajian mempertimbangkan aspek keselamatan siswa, kondisi bangunan, aksesibilitas, hingga dampak sosial apabila relokasi dilakukan. Dalam evaluasi itu, masalah yang selama ini menimbulkan genangan di sekitar SDN 013 dan SMPN 24 dinilai dapat ditangani melalui intervensi teknis bukan relokasi. Karena itu, TWAP dan PUPR sepakat menyiapkan langkah perbaikan langsung di lapangan sebagai solusi permanen.
Evaluasi serupa juga dilakukan di SMPN 27 Batu Cermin. Sekolah tersebut sebelumnya dirumorkan berpotensi dipindah karena kontur tanah di bagian belakang yang rawan longsor. Namun TWAP menyimpulkan persoalan tersebut dapat diselesaikan melalui rekayasa teknis sederhana.
“Permasalahan di sana hanya pada tanah di belakang sekolah yang rawan longsor. Solusinya, tanah akan dikeruk dan diratakan agar stabil. Tidak perlu relokasi,” kata Syaparudin.
Di sisi lain, ada satu sekolah yang justru membutuhkan tempat baru: SMPN 48. Selama ini kegiatan belajar mengajar berlangsung dengan menumpang di SDN 004 dan SDN 016 di Jalan Proklamasi. Untuk itu, TWAP meminta BPKAD dan Disdikbud mencarikan lahan yang tetap berada di sekitar wilayah tersebut agar tidak menyulitkan para siswa.
“Sudah diminta untuk mencarikan lahan baru. Prinsipnya tetap dekat agar sesuai kebutuhan warga,” ujarnya.
TWAP menargetkan laporan final pencarian lahan untuk SMP 48 diserahkan kepada Wali Kota Samarinda Andi Harun dalam sepekan. “Dalam seminggu ke depan sudah harus ada laporan final terkait lahan baru untuk SMP 48,” singkatnya.
[NKH | RWT]
Related Posts
- Patuhi Putusan MA, Satpol PP Kaltim Kosongkan Gedung Kantor yang Ditempati Yayasan Melati di SMAN 10 Samarinda
- Atasi Masalah Tempias di Pasar Pagi, Pemkot Samarinda Gunakan Dana CSR dari Kontraktor
- 1.500 Pedagang Pasar Pagi Sudah Terima Kunci, Disdag Sebut Tahap Pertama Distribusi Lapak Tuntas Januari 2026
- Terduga Pelaku Pencurian Helm Masih dalam Pemeriksaan Lanjutan, Kepemilikan Sajam Didalami
- Mediasi Sengketa Informasi Muara Tae Bergulir, Pemerintah Kampung Tegaskan APBKam Terbuka









