Samarinda

Sejumlah Pengelola Rumah Makan dan Tempat Hiburan Malam Siap Ikuti Edaran Wali Kota Samarinda

Kaltimtoday.co, Samarinda – Pengelola tempat dan fasilitas umum seperti tempat wisata, rumah makan, cafe, sarana hiburan masyarakat, dan sejenisnya diminta untuk membatasi kegiatan usaha maksimal ada pukul 20.00 Wita.

Hal itu dilakukan guna menekan penyebaran virus di Kota Tepian. Sesuai dengan surat edaran nomor 360/1629/300.07 tentang penegakan protokol kesehatan pada kegiatan di malam hari yang dikeluarkan Rabu (3/2/2021).

Baca juga:  Jalan Umum dan Taman Tepian Mahakam Minim Penerangan, DPRD Samarinda Minta Pemkot Segera Nyalakan

Pembatasan kegiatan malam hari ini berlaku sejak 3-10 Februari 2021. Apabila diperlukan, masa pembatasan bisa diperpanjang. M Teguh Fauzi atau Ozy selaku pemilik Angkringan Mas Tumin dan Kopi Tumin di Jalan M Yamin dan Jalan Cendana Samarinda memberikan tanggapannya.

Sebelumnya, angkringan dan coffee shop milik Ozy buka sejak pukul 09.00 – 00.00 Wita. Disebabkan edaran terbaru ini, mau tak mau 2 usahanya itu akan buka lebih awal pada pukul 08.00 Wita. Sebab Pemkot meminta pukul 20.00 Wita sudah harus tutup. Menghadapi ini, Ozy akan memaksimalkan penjualan secara online dan take away.

“Kita belum tahu nih, apakah online lanjut setelah jam 20.00 Wita. Kalau memang bisa, ya kami lanjut sampai pukul 21.00 Wita. Bahkan kalau memungkinkan sampai pukul 00.00 Wita. Berlaku juga untuk take away. Mau enggak mau, bertahannya harus seperti itu,” beber Ozy saat dihubungi melalui WhatsApp pada Kamis (4/2/2021).

Melihat peningkatan kasus, mau tak mau Ozy harus mengikuti aturan yang berdampak pada usahanya. Ditambah lagi, keadaan daya beli saat ini diakuinya agak menurun sehingga harus ada penyesuaian lagi agar usahanya tetap bertahan.

“Kalau dibilang, omzet menurun sekitar 25 persen. Cuma kami enggak bisa baca keadaan. Kalau dulu masih bisa baca situasi. Daya beli itu sudah enggak bisa dibaca. Sepanjang corona ini memang agak sulit. Kadang ramai, kadang datar,” lanjutnya.

Dijelaskan Ozy, memaksimalkan layanan online untuk di Angkringan Mas Tumin dan Kopi Tumin tak begitu sulit. Sebab sekitar April 2020 lalu, pihaknya sudah pernah melakukan hal serupa. Termasuk menyediakan kurir sendiri dan menyiapkan promo.

Baca juga:  10.000 Tenaga Kependidikan di Kukar Terima Vaksin Covid-19

Serta gratis ongkir demi menarik minat pembeli. Bicara soal karyawan, Ozy juga menegaskan akan berusaha semaksimal mungkin untuk mempertahankan 30 karyawannya yang tersebar di outlet M Yamin dan Cendana.

“Ini kan sampai 10 Februari, kalau misalkan diperpanjang, kita lihat lagi ke depannya. Kalau daya beli melemah, mau tidak mau bisa kita rumahkan atau dibicarakan lagi dengan karyawan gimana,” bebernya.

Pada masa seperti sekarang dan omzet menurun, tak dapat dimungkiri bahwa mempertahankan karyawan akan menjadi hal sulit dan berat. Namun seandainya daya beli tetap bagus, bakal dipertahankan.

Dihubungi terpisah, General Manager (GM) Dejavu Samarinda Gusti Bagus Mahendra menyampaikan bahwa pihaknya akan tetap mengikuti arahan dari pemerintah saja.

“Kalau kondisinya memprihatinkan, mau bagaimana juga? Kita tidak bisa memaksa. Kita percayakan ke pemerintah saja. Jadi kita tetap ikut aturan kalau tutup jam 20.00 Wita,” ungkap Hendra saat dihubungi melalui WhatsApp.

Sementara ini, pihaknya masih akan terus melihat perkembangan untuk beradaptasi. Seandainya pembatasan ini diperpanjang, Hendra akan mengatur lebih lanjut terkait evaluasi untuk operasional di Dejavu.

“Karyawan ada sekitar 20-30. Soalnya ada beberapa yang sudah pulang kampung. Jadi kami berusaha untuk bisa mempekerjakan yang ada,” beber Hendra.

Senada dengan Hendra, GM Celcius Club Lounge and KTV Samarinda, Eka Iskandar Putra menyampaikan bahwa sesuai dengan edaran Wali Kota maka mulai malam ini akan mengatur jam operasional karaoke sejak pukul 12.00 hingga 20.00 Wita. Sedangkan untuk di hall, dibuka sejak pukul 16.00 sampai 20.00 Wita.

Baca juga:  Dinilai Sesuai Bidang, Afif Rayhan Harun Digeser ke Komisi I DPRD Samarinda

“Dengan ada batasan waktu ini, otomatis pengaruh ke tamu. Tapi apapun itu, ini sudah jadi keputusan Pemkot. Dari sisi pendapatan, pasti kurang. Tamu juga sulit datang kalau dari sore hari. Biasanya kan malam. Kita tetap jalani keputusan,” ungkap Iskandar.

Perihal pengaturan staf di kondisi yang dibatasi, Hendra menyebut akan dibagi 2. Misalnya, hari ini karyawan bekerja maka keesokan harinya bakal mendapat jatah libur. Pembagian itu dilakukan karena suasana Celcius yang dipastikan tak begitu ramai seperti biasa.

[YMD | RWT]

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close