Advertorial
SIAP RT Jadi Solusi Kelurahan Melayu untuk Permudah Administrasi Warga
Kaltimtoday.co, Tenggarong - Warga Kelurahan Melayu kini tak perlu lagi repot berulang kali bolak-balik saat mengurus surat pengantar. Melalui inovasi SIAP RT, alur pelayanan administrasi di tingkat rukun tetangga (RT) menjadi lebih sederhana dan terstruktur.
Program ini lahir dari gagasan Kasi Pemerintahan Kelurahan Melayu, M Rony Trianto, yang mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Angkatan 24 Tahun 2025. Menurutnya, kehadiran SIAP RT diharapkan mampu menjawab keresahan warga terkait lambatnya prosedur pelayanan.
Selama ini, warga harus melewati tahapan manual: dari RT, lanjut ke kelurahan, lalu kembali lagi ke warga. Proses tersebut sering memakan waktu dan menimbulkan keluhan. Dengan SIAP RT, pola pelayanan dibuat lebih sistematis, meski belum sepenuhnya digital.
“Inovasi ini bermanfaat bagi internal kelembagaan RT, seperti penguatan koordinasi dengan kelurahan serta tersedianya panduan kerja yang jelas,” jelas Rony, Jumat (5/9/2025).
Selain memperkuat sistem kerja aparat, SIAP RT juga memberi keuntungan langsung bagi masyarakat. Warga tidak lagi kebingungan dengan prosedur karena jalur administrasi dibuat lebih ringkas.
“Dari sisi eksternal, masyarakat mendapat akses layanan lebih mudah dan aparat lebih responsif dalam melayani warga,” tambah Rony.
Kehadiran SIAP RT tidak hanya dianggap sebagai pembaruan teknis, tapi juga sebagai dorongan agar RT lebih aktif dalam menjalin komunikasi dengan kelurahan. Hal ini penting untuk memastikan tidak ada hambatan birokrasi di tingkat paling bawah.
Program ini juga menjadi bukti bahwa inovasi tidak selalu harus berbasis teknologi digital. Sistem kerja yang jelas, rapi, dan terukur dapat memberi dampak signifikan pada kualitas pelayanan publik.
Warga pun menyambut baik gagasan ini. Menurut beberapa tokoh RT, kejelasan prosedur akan mempermudah mereka dalam membantu warga mengurus kebutuhan administratif.
Ke depan, SIAP RT diharapkan bisa dikembangkan menuju digitalisasi layanan. Namun, untuk tahap awal, pembenahan sistem manual menjadi fondasi penting bagi peningkatan mutu pelayanan di Kelurahan Melayu.
“Kalau sistem manual sudah rapi, kita bisa masuk ke arah digitalisasi. Itu target jangka panjangnya,” pungkasnya.
[RWT | ADV DISKOMINFO KUKAR]
Related Posts
- Rencana Buka Prodi Baru Tak Mudah, Unikarta Terkendala SDM dan Infrastruktur
- Dua Segmen Teras Samarinda Tahap II Molor, Dinas PUPR Terapkan Denda Harian
- Deposit Judi Online Capai Rp 36 Triliun, Transaksi Kini Banyak Beralih ke QRIS
- Wali Kota Samarinda Tegaskan Dana Probebaya 2026 Tetap Utuh, Skema 60:40 Bukan Pemotongan
- Masalah Ekonomi, Bapak Tiga Anak di Tenggarong Curi Tabung Gas untuk Penuhi Kebutuhan Sehari-hari








