Bontang

Sidang Paripurna DPRD Bontang Diwarnai Interupsi, Abdul Samad: Guntung Butuh Air Bersih!

Kaltimtoday.co, Bontang – Anggota DPRD Bontang, Abdul Samad interupsi saat rapat paripurna ke-10 masa sidang II DPRD Kota Bontang.

Pada interupsi tersebut, politisi dari partai Hanura ini mempertanyakan kinerja pemerintah yang dinilai kurang tanggap untuk mengatasi krisis air bersih khususnya di daerah Guntung, Bontang Utara.

Baca juga:  Wacana Investor Asing Kelola Air Bersih di Samarinda, Adi Setiawan: Pengusaha Lokal Harus Dilibatkan

Legislator yang akrab disapa Aco ini mengungkapkan, daerah Guntung bak kembali pada masa 70an karena sulitnya memperoleh air bersih.

“Masyarakat Guntung seperti kembali ke zaman 70an, dimana untuk mendapatkan air bersih, harus mendayung-dayung ke darat selama sejam,” ujar legislator Komisi III DPRD Bontang ini.

Dia berharap, pemerintah bisa memprioritaskan kebutuhan air bersih tersebut karena untuk melaksanakan ibadah saja misalnya, sulit mendapatkan air bersih.

“Ini yang harus diperhatikan. Semoga bisa diprioritaskan,” harapnya.

Sekadar informasi, selain Guntung, kebutuhan air bersih di Bontang memang cukup memprihatinkan. Pasalnya, dalam beberapa tahun mendatang, Bontang diprediksi akan mengalami krisis air bersih. Hal itu kemudian membuat Komisi III terus mengupayakan ada waduk penampungan air bersih. Alhasil, dari usaha tersebut, waduk PT Indominco akhirnya jadi solusi.

Baca juga:  Lantai 5 Gedung Rawat Jalan Segera Diselesaikan, Salah Satu Syarat Naik Kelas Rumah Sakit

Untuk diketahui, pada rapat penyampaian nota penjelasan atas Raperda Kota Bontang tentang pertanggungjawaban pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja daerah tahun anggaran 2020, disampaikan langsung oleh Wali Kota Bontang, Basri Rase dan juga dihadiri Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Pada rapat pararipurna tersebut, juga mengacu pada protokol kesehatan dengan mengatur jaga jarak (social distancing) dan memakai masker.

[BID | RWT | ADV]

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close