Daerah

Sukses di Mata Menko PMK dan Menkes, PPU Raih Penghargaan Kabupaten Kota Sehat 2023 

Muhammad Razil Fauzan — Kaltim Today 29 November 2023 11:44
Sukses di Mata Menko PMK dan Menkes, PPU Raih Penghargaan Kabupaten Kota Sehat 2023 
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, saat menyerahkan penghargaan KKS ke Pj Bupati PPU, Makmur Marbun. (Humas Setkab PPU)

Kaltimtoday.co, Penajam - Penajam Paser Utara (PPU) meraih penghargaan Kabupaten Kota Sehat (KKS) 2023 dalam kategori Swasti Saba Padapa. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, didampingi Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, menyerahkan penghargaan ini pada Malam Anugerah Tanda Penghargaan Swasti Saba KKS dan STBM Award 2023 di Jakarta, Selasa (28/11/2023).

Bersama sejumlah kabupaten dan kota di Indonesia, PPU berhasil masuk sebagai penerima penghargaan KKS Swasti Saba kategori Padapa. Penghargaan ini menjadi bukti prestasi PPU dalam memenuhi sembilan kriteria penilaian, dari tahapan pendaftaran hingga verifikasi oleh tim verifikator Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dalam enam bulan terakhir.

Malam penganugerahan dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, termasuk Sekjen Kemendagri serta sejumlah gubernur, bupati, dan wali kota penerima penghargaan. PPU berbangga menjadi bagian dari 136 kabupaten dan kota di Indonesia yang meraih penghargaan Swasti Saba Tahun 2023 dengan kategori yang beragam.

Penjabat Bupati PPU, Makmur Marbun, menyampaikan kebanggaannya terhadap warga PPU. Ia mengungkapkan harapannya agar penghargaan ini menjadi motivasi kuat untuk terus berkarya demi kemajuan daerah. 

Menurutnya, penghargaan tersebut bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Meskipun meraih penghargaan, Marbun tetap menekankan bahwa masih banyak tugas yang harus diselesaikan. I

"Banggalah semua menjadi warga PPU, kita sedang dilihat oleh publik. Saya berharap memberikan motivasi yang kuat untuk kita karena menterinkemarin sengaja memberikan piagam penghargaan ke pada saya atas nama masyarakat PPU," ujar Marbun.

Ia menyadari bahwa prestasi ini hanya satu sisi dari permasalahan yang dihadapi PPU. Marbun menyoroti isu stunting dan pemenuhan layak hidup sebagai aspek yang perlu mendapatkan perhatian lebih lanjut.

"Menurut saya, kita sudah bekerja namun masih banyak lagi yang harus kita tuntaskan. Penghargaan itu baru satu sisi, masih ada sisi yang lain yang harus kita atasi misalnya stunting dan pemenuhan layak hidup," ungkapnya.

Marbun juga mengingatkan bahwa meskipun telah meraih penghargaan, PPU masih memiliki tantangan besar terkait layanan air bersih. Dengan hanya 27 persen layanan air bersih di PPU, Marbun menilai bahwa masih terdapat kategori rentan untuk kejatuhan jika tidak segera ditangani.

"Kalau sudah mendapatkan penghargaan di sini, takutnya kita terlena, sementara layanan untuk air bersih baru 27 persen di PPU. Dimana pun, kalau layanannya masih di bawah 50 persen itu masih kategori rentan untuk jatuh," tegas Marbun.

Menjelang tahun 2024, Marbun berkomitmen untuk memastikan bahwa program-program yang telah diinisiasi benar-benar terealisasi dan memberikan dampak positif kepada masyarakat PPU.

Dengan tekad kuat, PPU melangkah maju untuk menghadapi tantangan dan melanjutkan perjalanan menuju pembangunan yang berkelanjutan dan kesejahteraan yang merata bagi seluruh warganya.

[RWT]

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kaltimtoday.co. Mari bergabung di Grup Telegram "Kaltimtoday.co News Update", caranya klik link https://t.me/kaltimtodaydotco, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Berita Lainnya