Daerah
Tekan Angka Stunting, Pemkot Bontang Siapkan Rp30 Ribu per Anak per Hari hingga Libatkan Pemuda Lokal

Kaltimtoday.co, Bontang - Pemkot Bontang berkomitmen menekan angka stunting (tengkes) dan masalah gizi balita melalui program terpadu. Dengan catatan sekitar 1.500 kasus stunting dan balita bermasalah, upaya ini akan meliputi intervensi gizi, sanitasi, serta penanganan penyakit kronis.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni mengatakan, untuk menyelesaikan persoalan stunting dan balita dengan gizi bermasalah, dibutuhkan upaya secara holistik. Dimulai dengan memastikan sanitasi yang baik, juga menyembuhkan penyakit kronis yang mungkin saja diidap penderita stunting dan balita bermasalah.
Selain itu, pemenuhan gizi tak kalah penting. Wali Kota Neni bilang, pihaknya akan mengalokasikan anggaran Rp30 ribu per hari untuk tiap anak stunting. Anggaran Rp30 ribu itu akan digunakan untuk penyediaan asupan makanan bergizi minimal dua kali sehari.
"Kami sudah anggarkan, per porsi Rp15 ribu. Jadi anak-anak stunting harus dipenuhi asupan gizinya minimal dua kali sehari," kata Wali Kota Neni ketika ditemui di Sekretariat DPRD Bontang, Selasa (22/4/2025) siang.
Libatkan Anak Muda dan Warga Setempat
Dalam penanganan stunting ini, kata Wali Kota Neni, pihaknya juga akan menggandeng anak muda setempat; mahasiswa, khususnya yang memiliki latar pendidikan kesehatan masyarakat (SKM), Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Saka Bhakti Husada, Saka Kencana, hingga Saka PMI.
Pelibatan ini, kata dia, bukan saja dalam bidang logistik, seperti memasak dan pengantaran makanan. Tapi juga, memastikan makanan yang disebar sesuai dengan kebutuhan gizi harian calon penerima.
Kendati kerja-kerja ini melibatkan mahasiswa, KNPI dan pemuda setempat, Wali Kota Neni memastikan mereka tetap mendapat pendampingan baik dari pemerintah atau professional.
Keterlibatan aktif anak muda dalam berbagai program pemerintah, khususnya dalam penanganan stunting, diharapkan menumbuhkan rasa bangga bagi anak muda Bontang. Sebab mereka berkontribusi langsung terhadap perbaikan kotanya.
"Dengan pelibatan mahasiswa atau anak muda, mereka bisa merasa bangga karena membantu pemerintah dalam rangka menurunkan angka stunting. Apalagi, kan, mereka akan menikah jadi orangtua, jadi mereka kelak punya pengalaman," bebernya. "Detil formulasinya seperti apa, nanti saya dan pak wakil susun."
[RWT]
Related Posts
- Kartu Identitas Anak Jadi Syarat Masuk Sekolah, Capaian KIA di PPU Terus Digenjot
- PPU Tertinggi di Kaltim dalam Capaian IKD, Meski Nasional Masih di Bawah Target
- Disdukcapil Cari Dukungan untuk Layanan Cetak di Kecamatan
- Disdukcapil PPU Pastikan Stok Blanko Aman, Dapat Hibah dari Pemprov dan Pemerintah Pusat
- Dispora Kukar Siapkan Sertifikasi Kopi, Bangun SDM untuk Industri Kopi Daerah