Samarinda

Terapkan Gaya Hidup Ramah Lingkungan, Berikut 5 Cara Mengurangi Limbah Rumah Tangga yang Bisa Kamu Terapkan

Kaltim Today
12 Desember 2019 15:46
Terapkan Gaya Hidup Ramah Lingkungan, Berikut 5 Cara Mengurangi Limbah Rumah Tangga yang Bisa Kamu Terapkan
Ilustrasi.

Kaltimtoday.co, Samarinda - Setiap rumah memproduksi limbah rumah tangga setiap harinya. Seperti yang kita ketahui, hingga saat ini Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda terus berupaya memberikan yang terbaik dalam hal penanganan dan pengurangan sampah dan limbah. Oleh karena itu, meskipun pengolahan sampah pada akhirnya tetap menjadi tanggung jawab pemerintah, sebagai masyarakat tak ada salahnya sedikit berinisiatif untuk menerapkan gaya hidup ramah lingkungan, salah satunya dengan mengurangi volume limbah rumah tangga. Selain lingkungan sekitar jadi lebih lestari, rumah pun jadi bersih dan sehat sehingga lebih nyaman untuk ditinggali.

Untuk kamu warga Samarinda, berikut 5 cara mengurangi limbah rumah tangga dengan mudah yang dapat kamu terapkan:

  1. Olah sampah organik menjadi kompos

Jenis limbah rumah tangga yang dapat didaur ulang adalah limbah organik, yaitu sampah yang gampang terurai di alam sebagian besar berasal dari makanan sisa.  Seperti yang diupayakan oleh DLH Samarinda, cara mudah mendaur ulang limbah organik adalah dengan mengolahnya kembali menjadi pupuk kompos yang bisa digunakan untuk tanaman hias ataupun kebun yang kamu buat di halaman rumah.

  1. Tinggalkan kantong plastik

Sampah plastik menjadi limbah rumah tangga terbesar yang diproduksi setiap harinya. Pasalnya, sampah plastik termasuk limbah rumah tangga anorganik yang sulit untuk diuraikan dan diolah kembali.

Untuk mengurangi jumlah limbah rumah tangga ini, DLH Samarinda pun mengajak untuk beralih menggunakan reusable bag atau tas kanvas saat berbelanja. Gunakan juga kantong kertas untuk membungkus makanan.

  1. Menekan konsumsi energi listrik

Pengurangan energi listrik bisa dilakukan dengan memanfaatkan potensi cahaya alami yang masuk ke dalam rumah. Lampu tidak mesti selalu dinyalakan di siang hari. Tapi, jika cahaya alami tidak memberikan penerangan yang cukup ke setiap ruangan, gunakanlah lampu yang lebih hemat energi, seperti lampu LED. Penggunaan lampu LED bisa dua kali lebih hemat dari penggunaan lampu biasa, loh.

Melakukan penghematan energi listrik juga bisa mengurangi jumlah limbah elektronik, sekaligus memangkas pengeluaran bulanan. Ramah lingkungan, ramah juga di kantong.

  1. Daur ulang barang tidak terpakai

Tidak semua barang yang telah habis masa kegunaanya akan berakhir di tempat sampah. Beberapa barang yang berpotensi menjadi limbah rumah tangga ternyata bisa dimanfaatkan kembali menjadi barang baru. Seperti yang diinovasikan oleh DLH Samarinda, saat ini sampah plastik dapat diolah menjadi meja dan kursi.

Selain itu, kayu palet bekas bisa dirakit menjadi bangku taman yang cantik, kaleng dan botol bekas bisa dimanfaatkan menjadi vas bunga dan wadah penyimpanan, bahkan barang-barang antik warisan dari nenek bisa jadi dekorasi vintage yang mencuri perhatian.

  1. Batasi pemakaian detergen untuk mengurangi limbah cair

Salah satu limbah rumah tangga yang menjadi penyebab utama rusaknya ekosistem sungai dan laut adalah limbah cair. Limbah rumah tangga ini sebagian besar dihasilkan dari aktivitas mencuci dan mandi. Berbeda dari limbah cair lainnya yang bisa diolah dengan aman di dalam septic tank, limbah deterjen mengandung Volatile Organic Compound (VOC) yang justru bisa merusak saluran pembuangannya.

Pemakaian deterjen dan pelembut pakaian dapat dikurangi dengan beralih menerapkan cara yang lebih konvensional. Campuran cuka dan baking soda ternyata juga ampuh untuk membersihkan dan melembutkan pakaian.

Merubah kebiasaanmu sedikit saja untuk mengurangi limbah rumah tangga bisa memberikan dampak yang besar bagi keseimbangan lingkungan. Tunggu apa lagi, Bersama DLH Samarinda, yuk sama-sama terapkan gaya hidup ramah lingkungan!

[RWT | ADV]


Related Posts


Berita Lainnya