Kukar

Terulang Lagi, Jembatan Martadipura  Ditabrak Tugboat dan Tumpukan Batu Bara

Kaltimtoday.co, Tenggarong  — Kejadian gundukan batu bara menabrak jembatan Martadipura Kota Bangun terulang kembali. Padahal, baru selesai pengujian beban jembatan pada Sabtu lalu (29/1/2022). 

Kepala Desa Liang Rodiani membenarkan hal itu saat dikonfirmasi awak media. Dia menyebutkan, tahun ini tercatat sudah ketiga kali tertabrak. Yaitu pada Minggu (30/1/2022), Rabu (2/2/2022) dan Kamis (3/2/2022). 

Baca juga:  Dinsos Kukar Turunkan Tim di Dua Kecamatan Terdampak Banjir

Berdasarkan video yang beredar, pada Rabu kemarin sekitar pukul 16.00 Wita. Terhitung ada tiga kerucut tumpukan batu bara menghantam jembatan. Keesokan harinya sekira pukul 10.00 Wita, bukan hanya gundukan saja tapi juga diduga menara tugboat menabrak hingga menimbulkan bunyi gesekan yang  cukup  keras. 

Saat Kades Liang mengecek kondisi jembatan, ditemukan tumpukan batu bara yang tersangkut dan terdapat pagar bengkok. 

Pagar jembatan Martadipura bengkok akibat insiden tersebut. (Istimewa).

“Ada pagarnya yang bengkok,” kata Rudi. 

Dia pun menyayangkan setelah menabrak, pengemudi kapal tugboat tetap melanjutkan perjalanan. Pihaknya tidak memiliki armada untuk mendatanginya. 

Dia menjelaskan, tidak ada penutupan akses jembatan namun diperuntukan untuk mobil kecil dan kendaraan roda dua. 

Baca juga:  Tindak Tegas Penabrak Jembatan Martadipura, Pemkab Kukar Akan Laporkan Polisi 

“Jembatan masih aman kalau keseringan bahaya juga,” tuturnya. 

Sementara Plt Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Ahmad Junaidi menuturkan, sudah ada tim yang diterjunkan disana. Mereka sudah berkoordinasi dengan masyarakat setempat dan mendatangi kapal yang akan melintas di bawah jembatan. 

“Kami menghimbau untuk menurunkan ketinggian muatan,” ujarnya. 

Tumpukan batu bara yang tersangkut di Jembatan. (Istimewa).

Kemudian, identitas kapal tugboat juga diketahui. Langkah selanjutnya akan melaporkan insiden ini kepada Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP). Karena kewenangannya sebagai pengawasan dan keselamatan pelayaran. 

“Secara resmi bersurat juga ke KSOP kemudian rencana mendatangi KSOP untuk memperjelas seperti apa SOP nya, seperti apa kalau ada penanganan-penanganan seperti itu,” kata Junaidi. 

“Harapan kami, teman-teman Dinas Pekerjaan Umum untuk mengecek itu. Harapannya kalau ada kerusakan, dari perusahan harus bertanggung jawab. tutupnya.

[SUP | NON]

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kaltimtoday.co. Mari bergabung di Grup Telegram “Kaltimtoday.co”, caranya klik link https://t.me/kaltimtodaydotco, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker