Daerah

Tiga Tahun Terakhir Kasus DBD di Kukar Meningkat Drastis, 12 Orang Meninggal Dunia

Supri Yadha — Kaltim Today 18 Januari 2024 15:20
Tiga Tahun Terakhir Kasus DBD di Kukar Meningkat Drastis, 12 Orang Meninggal Dunia
Ilustrasi. (Pexels)

Kaltimtoday.co - Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengalami peningkatan kasus demam berdarah (DBD) yang signifikan selama tiga tahun terakhir, termasuk kenaikan jumlah kematian.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kukar mencatat 186 kasus DBD dengan 3 kematian pada tahun 2021, meningkat drastis menjadi 843 kasus dengan 5 kematian pada tahun 2022, dan 1.118 kasus dengan 4 kematian pada tahun 2023.

“Kasus DBD itu dari tahun ke tahun fluktuatif, karena memang wilayah geografis di Kukar sebagaian besar air,” kata Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Kukar, Supriyadi, Kamis (18/1/2023).

Dua kecamatan di Kukar, yaitu Muara Kaman dan Sebulu, mencatat angka kasus DBD tertinggi. Hal ini disebabkan oleh kondisi lingkungan yang mendukung perkembangbiakan nyamuk, dan upaya pemberantasan sarang nyamuk yang masih minim.

Supriyadi berencana untuk berkunjung ke kedua kecamatan tersebut dalam pekan ini untuk memberikan edukasi kepada masyarakat dan mengajak para lurah agar bersama-sama membersihkan habitat nyamuk.

“Kami rencana minggu ini mau ketemu pak camat untuk menggerakan pemberantasan sarang nyamuk,” tutur Supriyadi.

Menurutnya, sebagian besar korban meninggal akibat DBD adalah karena keterlambatan penanganan medis. Banyak warga yang memilih mengobati diri sendiri dengan obat bebas saat demam, baru mencari bantuan medis setelah kondisi bertambah parah. 

“Ketika datang ke fasilitas kesehatan kondisinya sudah buruk, dan itu agak susah ditangani,” tutupnya.

[RWT]

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kaltimtoday.co. Mari bergabung di Grup Telegram "Kaltimtoday.co News Update", caranya klik link https://t.me/kaltimtodaydotco, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Berita Lainnya