Advertorial
Unmul Jadi Tuan Rumah Dialog Internasional Restorasi Hutan dan Pengelolaan Lingkungan
Kaltimtoday.co, Samarinda - Universitas Mulawarman berhasil menjadi tuan rumah dalam kegiatan The Forest Dialogue, dan berkomitmen dalam pelaksanaan restorasi ekosistem hutan dan pengelolaan lingkungan. Acara ini berlangsung selama lima hari, dari tanggal 22 hingga 26 April 2024.
Dialog internasional ini bertujuan untuk memperjelas kebutuhan restorasi ekosistem hutan dan menentukan prioritas keterlibatan sektor kehutanan dalam upaya pemulihan tersebut.
Rektor Universitas Mulawarman, Abdunnur mengaku senang atas pencapaian Unmul bisa menjadi tuan rumah dalam pelaksanaan The Forest Dialogue.
"Fokusnya membahas restorasi hutan dan rehabilitasnya. Kami juga memberikan gambaran dalam kondisi hutan Kalimantan seperti apa," ucap Abdunnur pada Senin (22/04/2024) di Pendopo Odah Etam, Kantor Gubernur Kaltim.
Abdunnur menegaskan bahwa Unmul memiliki peran penting dalam pengelolaan hutan yang berkelanjutan. Fakultas Kehutanan Unmul, sebagai salah satu fakultas unggulan, siap memberikan perspektif dan solusi inovatif dalam manajemen hutan.
"Tentu harus didukung juga dengan pihak lainnya, tidak hanya pemerintah saja," imbuhnya.
Dalam kegiatan ini, hadir juga delegasi The Forest Dialogue (TFD) dan The Advisory Committee on Sustainable Forest-Base Industries (ACAFI) of the Food and Agriculture Organization (FAO), jajaran pimpinan Yale School University, dan peserta dari berbagai negara.
Terpisah, Asisten III Bidang Administrasi Umum, Setdaprov Kaltim, Riza Indra Riadi mengatakan, dialog internasional ini sangat baik untuk dijadikan wadah dalam pengelolaan dan juga restorasi hutan.
"Ini untuk memperkaya wawasan kita bersama kawan-kawan dari negara lain yang terlibat. Baik itu berkaitan dengan restorasi hutan, konflik, hingga pengelolaan lingkungannya," imbuhnya.
Ia pun percaya, Unmul bisa menjadi instansi pendidikan yang mampu memberikan dampak baik terhadap pengelolaan lingkungan hutan di Kalimantan Timur. Mengingat, Unmul memiliki fakultas Kehutanan yang bisa mencetak bibit-bibit unggul kedepannya.
"Mereka berdiskusi dan bertukar pikiran, bagaimana bisa mengatasi konflik hutan, dan kelangsungan ekosistem hutan yang ada di Kalimantan Timur, ataupun pengelolaan hutan di dunia," tutupnya.
[RWT | ADV]
Simak berita dan artikel Kaltim Today lainnya di Google News, dan ikuti terus berita terhangat kami via Whatsapp
Related Posts
- Sempat Melemah, Harga TBS Sawit di Kaltim Mulai Naik
- Pemprov Kaltim Resmi Larang Peredaran Daging Anjing dan Kucing
- Zohran Mamdani Resmi Dilantik, Jadi Wali Kota New York Pertama yang Disumpah di Atas Al-Qur’an
- Wall Street Tutup 2025 di Zona Merah, S&P 500 Naik 16,4% dalam Setahun
- Hasil Piala Afrika: Pantai Gading Comeback Lawan Gabon, Berikut Jadwal Lengkap 16 Besar









