Kaltim

Update Corona di Kaltim 20 April: Pasien Positif Tambah 4, Total 63

Kaltim Today
20 April 2020 19:43
Update Corona di Kaltim 20 April: Pasien Positif Tambah 4, Total 63

Kaltimtoday.co, Samarinda - Jumlah pasien positif virus corona di Kaltim bertambah 4 dari hari sebelumnya. Kini totalnya menjadi 63 orang. Menjalani perawatan sebanyak 51. Sembuh 11. Sedangkan pasien positif yang meninggal di Kaltim tidak mengalami penambahan.

Juru Bicara Percepatan Penanggulangan Covid-19 di Kaltim, Andi M Ishak memaparkan, terjadi penambahan 1 pasie dari Balikpapan, dan 3 pasien dari Penajam Paser Utara (PPU).

Dirincikan Andi, BPN-23 merupakan pasien berjenis kelamin wanita. Usia 42 tahun. Pasien tersebut merupakan pelaku perjalanan dari Jakarta dengan keluhan demam, batuk, dan nyeri tenggorokan. Saat ini pasien dirawat di RST Hardjanto, Balikpapan.

Sementara PPU-12, merupakan pasien jenis kelamin laki-laki berusia 55 tahun. Kemudian PPU-14, laki-laki, berusia 41 tahun. Keduanya merupakan hasil tracing pelaku perjalanan dari Gowa. Masing-masing dengan keluhan batuk. Saat ini dirawat di RSUD Aji Putri Botung.

Adapun PPU-13, merupakan pasien jenis kelamin perempuan. Pernah kontak erat dengan PPU-1. Saat ini, tidak memiliki keluhan. Pasien menjalani isolasi mandiri di rumah.

Untuk pasien dalam pengawasan, hingga 20 April 2020, tercatat ada 369 kasus. Terjadi kenaikan sebanyak 5 kasus. Dari semua itu, 178 di antaranya hasil swab negatif. Positif 63. Menunggu hasil lab sebanyak 127 orang.

"Untuk ODP, ada 1.012 yang masin menjalani proses pemantauaun. Berkurang 37 hari ini," papar Andi saat menggelar konferensi pers, Senin (20/4/2020).

ANTISIPASI KLASTER BARU

Publik di Malaysia tengah dihebohkan dengan tambahan pasien baru Covid-19 sebanyak 43 orang dari Magetan, Jawa Timur. Mereka merupakan santri dari Pondok Pesantren Temboro Jawa Timur.

Hasil itu diketahui, berkat kesigapan dari Pemerintah Malaysia yang mengambil langkah untuk mengkarantina semua warga yang pulang dari luar negeri. Kemudian dilakukan tes Covid-19.

Demi mengantisipasi klaster baru di Kaltim, Andi M Ishak, mengatakan, pihaknya sudah menetapkan protap yang sangat ketat dan jelas bagi orang yang datang ke Kaltim. Termasuk mereka yang berasal dari zona merah, atau klaster tertentu yang dilaporkan ada positif Covid-19.

"Kami sudah koordinasi dengan Pemprov Jatim untuk memberikan data lengkap jika ada santri dari sana yang pulang ke Kaltim," ucapnya.

[TOS]


Related Posts


Berita Lainnya