Gaya Hidup
10 Kebiasaan Sehat untuk Cegah Stroke Sejak Dini, Begini Tips dari PAFI

Kaltimtoday.co - Stroke merupakan salah satu penyakit mematikan yang bisa menyerang siapa saja tanpa pandang usia. Data dari World Health Organization (WHO) menyebutkan, stroke adalah penyebab kematian kedua terbanyak di dunia. Di Indonesia, angka kejadian stroke juga terus meningkat, seiring dengan pola hidup masyarakat yang semakin tidak sehat.
Gaya hidup seperti konsumsi makanan tinggi garam, kurang olahraga, merokok, hingga stres berkepanjangan menjadi pemicu utama. Karena itu, Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) mengajak masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat guna mencegah risiko stroke sejak dini. Informasi lengkap seputar edukasi kesehatan ini juga bisa ditemukan melalui situs pafibolmong.org dan pafikotakalimantan.org.
Berikut ini 10 kebiasaan sehat yang direkomendasikan PAFI untuk menurunkan risiko stroke:
1. Mengontrol Tekanan Darah
Hipertensi merupakan penyebab utama stroke. Menurut American Heart Association, menjaga tekanan darah di bawah 120/80 mmHg dapat menurunkan risiko stroke hingga 50%. Kurangi asupan garam, konsumsi makanan sehat, dan lakukan aktivitas fisik secara rutin.
2. Menerapkan Pola Makan Seimbang
Konsumsi makanan bergizi seperti sayur, buah, biji-bijian, dan ikan berlemak baik untuk kesehatan pembuluh darah. Diet Mediterania bisa menjadi acuan karena terbukti menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke.
3. Menjaga Berat Badan Ideal
Kelebihan berat badan meningkatkan potensi hipertensi dan diabetes. Kedua kondisi ini sangat erat kaitannya dengan risiko stroke. Menjaga indeks massa tubuh (IMT) normal penting untuk mencegah komplikasi jangka panjang.
4. Rutin Berolahraga
Berjalan kaki, bersepeda, atau berenang setidaknya 30 menit sehari bisa membantu menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah. WHO menyarankan minimal 150 menit olahraga intensitas sedang setiap minggu.
5. Menghindari Rokok dan Alkohol Berlebihan
Merokok dapat merusak pembuluh darah, meningkatkan tekanan darah, dan memicu pembekuan darah. Konsumsi alkohol juga sebaiknya dibatasi. Untuk wanita, maksimal 1 gelas per hari, sementara pria maksimal 2 gelas.
6. Mengelola Stres
Stres kronis bisa memicu lonjakan tekanan darah. Luangkan waktu untuk relaksasi, meditasi, atau melakukan aktivitas yang menyenangkan agar tubuh tetap seimbang secara fisik dan mental.
7. Menjaga Kualitas Tidur
Tidur yang cukup dan berkualitas sangat penting. Kurang tidur bisa menyebabkan tekanan darah naik dan mengganggu metabolisme tubuh. Usahakan tidur 7–9 jam setiap malam.
8. Mengontrol Gula Darah
Diabetes meningkatkan risiko stroke secara signifikan. Jaga kadar gula dengan diet sehat, olahraga, dan minum obat sesuai anjuran dokter.
9. Mengatasi Fibrilasi Atrium
Gangguan irama jantung seperti fibrilasi atrium dapat menyebabkan penggumpalan darah. Konsultasi rutin ke dokter dan konsumsi obat pengencer darah bisa membantu mengurangi risiko stroke.
10. Rutin Cek Kesehatan
Pemeriksaan tekanan darah, kolesterol, dan gula darah secara rutin sangat penting untuk deteksi dini. Semakin cepat risiko diketahui, semakin cepat tindakan pencegahan dilakukan.
[TOS]
Related Posts
- Apa Manfaat Bawang Putih Tunggal? Ini Jawabannya dari PAFI Kabupaten Bondowoso
- Punya Segudang Manfaat, Ini Manfaat Salah Menurut PAFI Kabupaten Boyolali
- Apa Khasiat Daun Pandan? Ini Penjelasan PAFI Kabupaten Boven Digoel
- Makanan dan Minuman untuk Mengatasi Kelebihan Natrium dalam Tubuh, Ini Saran dari PAFI Kabupaten Bojonegoro
- Apa Saja Manfaat Lada Hitam? Berikut Penjelasan dari PAFI Kabupaten Barito Timur