DPRD BONTANG
24 Siswa Diduga Keracunan MBG, Komisi B DPRD Bontang Minta Sistem Pengawasan Dibenahi
BONTANG, Kaltimtoday.co - Dugaan keracunan setelah mengonsumsi menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dialami sekitar 24 siswa di Kota Bontang menjadi perhatian serius DPRD. Komisi B DPRD Bontang meminta pelaksanaan program tersebut dievaluasi secara menyeluruh agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
Ketua Komisi B DPRD Kota Bontang, Rustam, menilai insiden tersebut harus menjadi bahan evaluasi terhadap seluruh proses penyediaan makanan, bukan hanya berhenti pada penanganan siswa yang terdampak.
Menurutnya, keamanan pangan harus menjadi prioritas dalam pelaksanaan program MBG karena makanan tersebut diberikan kepada anak-anak di sekolah.
Setiap tahapan, mulai dari pengolahan, penyimpanan, pengemasan hingga distribusi, perlu dipastikan berjalan sesuai standar yang ditetapkan.
“Kalau memang ada kejadian seperti ini, tentu harus dievaluasi. Jangan sampai kejadian yang sama terulang dan menimbulkan korban lebih banyak,” ujar Rustam, Senin (10/8/2026).
Ia mengatakan, penyebab pasti kejadian perlu diketahui melalui pemeriksaan dan investigasi yang dilakukan pihak berwenang.
Langkah tersebut penting untuk memastikan apakah terdapat persoalan dalam proses pengolahan makanan, kualitas bahan baku, penyimpanan, maupun distribusi.
Rustam menegaskan, evaluasi tidak boleh dilakukan secara parsial. Pemeriksaan harus mampu menemukan titik persoalan sehingga perbaikan yang dilakukan benar-benar menyentuh akar masalah.
“Yang paling penting sekarang kondisi anak-anak harus diperhatikan. Setelah itu penyebabnya harus diketahui dan dilakukan evaluasi agar tidak terulang,” tegasnya.
Menurut Rustam, kasus yang melibatkan sekitar 24 siswa tersebut juga menjadi peringatan bahwa pengawasan terhadap program MBG harus berjalan secara konsisten.
Pengawasan tidak semestinya baru diperketat setelah muncul kasus, tetapi harus dilakukan sejak makanan disiapkan hingga diterima oleh siswa.
Ia berharap pihak-pihak yang memiliki kewenangan dalam pelaksanaan dan pengawasan MBG segera mengambil langkah konkret. Jika ditemukan adanya pelanggaran terhadap standar atau prosedur, maka harus ada tindak lanjut sesuai ketentuan.
Di sisi lain, Rustam meminta kondisi para siswa yang diduga terdampak tetap menjadi perhatian utama. Penanganan kesehatan harus dipastikan berjalan hingga kondisi mereka benar-benar membaik.
“Program ini untuk anak-anak. Jadi kualitas, keamanan, dan pengawasannya harus benar-benar dijaga,” katanya.
Komisi B DPRD Bontang akan memantau perkembangan penanganan insiden tersebut. Rustam menegaskan, program MBG pada dasarnya memiliki tujuan baik untuk memenuhi kebutuhan gizi peserta didik.
Namun, tujuan tersebut harus diikuti dengan jaminan bahwa makanan yang diberikan aman dan layak dikonsumsi.
“Jangan sampai niatnya memberikan makanan bergizi, tetapi kemudian justru menimbulkan persoalan kesehatan bagi anak-anak,” pungkasnya.
[ADV DPRD BONTANG]
Related Posts
- Sejumlah Siswa SMP Vidatra Bontang Alami Mual dan Muntah Usai Santap MBG
- Rustam Minta Klaim Rp33 Miliar KMP Bontang Express II Diaudit
- Puluhan Murid dan Guru SD Sebulu Diduga Keracunan, Satgas MBG Kukar Standby 24 Jam di Puskesmas
- Diduga Keracunan MBG, 46 Siswa dan Guru SD di Sebulu Dilarikan ke Puskesmas
- JPPI Sambut Putusan MK Soal Anggaran MBG, Desak Dipisah dari Dana Pendidikan Mulai APBN 2027









