DPRD BONTANG
TPS 3R Bontang Masih di Bawah 50 Persen, Sahib Minta Infrastruktur Diperkuat
BONTANG, Kaltimtoday.co - Pengelolaan sampah melalui Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) di Kota Bontang dinilai belum mampu menekan volume sampah yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).
Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Bontang, Muhammad Sahib, menyebut tingkat keberhasilan TPS 3R saat ini masih di bawah 50 persen. Kondisi tersebut menjadi persoalan karena kapasitas TPA Bontang diperkirakan semakin terbatas dalam beberapa tahun ke depan.
“Untuk tingkat keberhasilan TPS 3R ini masih di bawah 50 persen. Jauh masih di bawah harapan,” ujar Sahib, Jumat (21/8/2026).
Menurutnya, salah satu penyebab belum optimalnya TPS 3R adalah keterbatasan infrastruktur. Fasilitas pengolahan sampah yang belum memadai membuat proses pemilahan dan pengolahan dari sumber belum berjalan maksimal.
“Kalau untuk infrastrukturnya di Kota Bontang, masih kurang. Harus diakui kita masih kurang,” tegasnya.
Sahib menilai pemerintah perlu memperkuat sarana dan prasarana pengelolaan sampah agar TPS 3R tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi benar-benar mampu mengurangi sampah yang dibuang ke TPA.
Pasalnya, kapasitas TPA disebut diperkirakan tidak akan mampu bertahan dalam jangka panjang jika volume sampah terus meningkat tanpa diimbangi pengurangan dari sumber.
“Saya setuju bahwa dua tahun ke depan TPA tidak selalu berfungsi karena sudah maksimal. Bahkan kita harus mencari tempat alternatif yang lain karena diprediksi akan penuh,” katanya.
Karena itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) diminta mulai menyusun strategi pengelolaan sampah secara menyeluruh. Selain memperbaiki infrastruktur TPS 3R, pemerintah juga perlu menyiapkan alternatif apabila kapasitas TPA benar-benar mencapai batas maksimal.
Sahib juga mendorong keterlibatan masyarakat dalam mengurangi sampah sejak dari rumah. Pemilahan sampah menjadi langkah awal agar tidak seluruh sampah berakhir di TPA.
Ia menegaskan persoalan persampahan tidak dapat diselesaikan hanya dengan memperluas atau mencari lokasi TPA baru. Pengurangan sampah dari sumber harus menjadi bagian utama dari sistem pengelolaan sampah di Bontang.
“Kalau tidak, jujur saja nanti kita tidak bisa kendalikan sampah itu di Bontang,” pungkasnya.
[ADV DPRD BONTANG]
Related Posts
- DPRD Bontang Kebut Penyusunan Raperda Penanggulangan Bencana Kawasan Industri
- Belum Lama Dipasang Tiang Bollard Jalan Ahmad Yani Sudah Goyang, Sahib Ingatkan PUPR Kejar Pertanggungjawaban Kontraktor
- Apresiasi Rencana Pendirian Pabrik Soda Ash Pertama di Indonesia, Winardi Ingatkan Komitmen Pemberdayaan Tenaga Kerja dan Pengusaha Lokal
- Lebih Hemat dan Aman, Heri Keswanto Usul Pintu Masuk Bontang Dipusatkan di Bukit Kusnodo
- Reses di Lok Tuan, Sitti Yara Dicurhati Soal Sulitnya Akses Magang hingga Distribusi Jargas Tak Merata









