Bontang

3 Film Pendek Produksi Pelajar Bontang Diluncurkan, Diapresiasi Berbagai Pihak

Kaltimtoday.co, Bontang – Karya anak Bontang patut diacungi jempol. Bukan hanya di bidang akademik, kali ini, pelajar Bontang menghasilkan karya di bidang perfilm-an. Tak disangka, karyanya mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Padahal pelajar yang rata-rata masih duduk di kelas X ini baru pertama kali membuat film.

Meski terbilang film pendek, namun, cerita yang ditampilkan dapat menyampaikan pesan moral yang diselipkan di dalamnya. Bergenre horor, masyarakat atau penonton diharapkan bisa lebih memahami maksud dari pesan yang disampaikan melalui film pendek remaja hasil karya pelajar Bontang ini.

Baca juga:  Dorong Pelayanan Imigrasi Naik Kelas II, Pemkot Bontang Didesak Penuhi Perjanjian Kerja Sama
Terdapat 3 judul film produksi pelajar Bontang ini, dua film bergenre horor dengan judul Takabur dan Who, serta satu film yang menceritakan kehidupan dengan judul Tears. Semua kru film mulai dari pemain, wardrobe, sutradara, asisten sutradara, kameramen, mua, hingga penyunting berasal dari pelajar. Mereka tergabung dari beberapa sekolah yang didominasi pelajar SMAN 2 Bontang dan SMKN 1 Bontang.

Film hasil karya pelajar Kota Bontang, Tears dan Takabaru

Pada launching yang digelar Minggu (16/5/2022) di Amphitheater Lembah Permai itu, dua trailer film horor ditayangkan. Para penonton yang hadir merupakan tamu undangan yakni para orang tua pemain, serta Wali Kota Bontang Basri Rase, perusahaan, perwakilan Kapolres Bontang, hingga pemilik Lembah Permai Bontang Sonny Lesmana.

Antusias penonton terlihat kala film ditayangkan, ketegangan juga terasa jelas di wajah para penonton. Kata Luar Biasa, mampu mengekspresikan film karya pelajar yang diproduseri oleh Saharuddin sebagai Direktur Utama Media Tama Trending (MTT) Production.

Baca juga:  Jadwal Film yang Tayang di Bioskop Trans TV 17-23 Januari 2022

Bahkan, beberapa testimoni penonton film karya pelajar Bontang ini mampu menyaingi film KKN di Desa Penari yang viral dan sedang tayang di bioskop-bioskop.

“Kalau di bioskop lagi viral film KKN di Desa Penari, Bontang juga tak kalah, karena punya film Takabur dan Who? Yang cukup menegangkan, dan ini wajib ditonton serta didukung semua masyarakat Bontang,” ujar salah satu keluarga pemain.

Kepala SMAN 2 Bontang Suyanik mengucapkan rasa bangga kepada anak-anak yang bisa berkarya dan film-film ini merupakan karya perdana pelajar Kota Taman.

Baca juga:  DPM-PTSP Bontang Lakukan Survey Izin Bongkar Trotoar di Kelurahan Tanjung Laut

“Saya lihat akting anak-anak bagus, natural, dengan durasi yang cukup pendek, pesannya sudah tersampaikan dengan baik. Ini sangat bagus, dan perlu diproduksi lebih banyak lagi,” kata Suyanik bangga.

Menurutnya, para orang tua bisa menyampaikan pesan dengan lebih cepat melalui film pendek seperti ini. Ia pun mengucapkan terima kasih kepada tim yang sudah mendidik dan membimbing anak-anak Bontang menjadi lebih produktif.
Di tempat yang sama, Walikota Bontang Basri Rase mengapresiasi siswa/siswi yang terlibat dalam pembuatan film ini.

Baca juga:  Sudah 3.223 Lansia Terdata di Dissos-PM Bontang

“Kalian semua hebat, saya bangga bahwa pelajar di Kota Bontang bisa berprestasi semua dibidang manapun termasuk bidang akting film ini, sekali lagi saya bangga,”jelasnya.
Terpisah, para kru Film pendek remaja menceritakan sedikit tentang pengalaman mereka, salah satu kru yang bernama Nabila mengatakan bahwa ini pertama kalinya ia turun ke dunia seni peran.

“Ini merupakan pengalaman pertama saya untuk main film, meskipun ini film pendek ini bisa memotivasi saya untuk terus berkembang dalam dunia perfilman di Kota Bontang dan Indonesia, semoga,”kata Nabila.

Baca juga:  6 Bulan Berjuang, Bontang Akhirnya Zero Kasus Covid-19

Menurut Nabila, dari ketiga Film tersebut punya pesan khusus masing-masing .

“Film yang pertama dengan judul Takabur menceritakan ketika kita berada di luar atau di tempat orang, kita harus menjaga sikap dan menghargai penghuni yang berada disitu. Film kedua Who?, menceritakan tentang pamali memotong kuku di malam hari. Dan yang ketiga Tears yang menceritakan tentang kehidupan seorang anak yang kurang mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari orang tuanya,”pungkasnya.

Film ini dapat ditonton di Amphitheater Lembah Permai dengan tiket seharga Rp 25.000 sampai Rp 30.000 yang dijual di area Amphitheater.

[RIR | NON]

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kaltimtoday.co. Mari bergabung di Grup Telegram “Kaltimtoday.co”, caranya klik link https://t.me/kaltimtodaydotco, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker