Gaya Hidup

5 Alasan Pentingnya Tidur Berkualitas

Tidur nyenyak sangat penting untuk kesehatan Anda. Padahal, sama pentingnya dengan makan sehat dan berolahraga. Sayangnya, ada banyak hal yang dapat mengganggu kebiasaan pola tidur. Orang-orang saat ini kebanyakan kurang tidur sehingga kualitas tidur jadi menurun. Berikut 10 alasan mengapa tidur yang baik itu penting:

1. Sedikit tidur dapat menambah berat badan

Tidur yang buruk sangat berkaitan dengan penambahan berat badan. Durasi tidur yang pendek adalah salah satu faktor risiko terkuat penyebab obesitas.

Dalam sebuah studi review, anak-anak dan orang dewasa dengan durasi tidur pendek masing-masing 89% dan 55% lebih memungkinkan untuk mengalami obesitas.

Efek tidur pada kenaikan berat badan diyakini disebabkan oleh banyak faktor, termasuk hormon dan motivasi untuk berolahraga.

Jika Anda mencoba menurunkan berat badan, tidur berkualitas sangat penting.

2. Makan lebih banyak kalori

Studi menunjukkan bahwa orang yang kurang tidur memiliki nafsu makan lebih besar dan cenderung memakan makanan yang kaya akan kalori.

Kurang tidur mengganggu fluktuasi hormon nafsu makan setiap hari dan diyakini menyebabkan regulasi nafsu makan yang buruk.

Ini termasuk kadar ghrelin yang lebih tinggi, hormon yang merangsang nafsu makan, dan penurunan kadar leptin, hormon yang menekan nafsu makan.

3. Meningkatkan konsentrasi dan produktivitas

Tidur penting untuk berbagai aspek fungsi otak. Ini termasuk kognisi, konsentrasi, produktivitas, dan kinerja.  Semua ini dipengaruhi oleh hal negatif seperti kurang tidur.

Sebuah studi menunjukkan bahwa, sedikit tidur dapat berdampak negatif pada beberapa aspek fungsi otak hingga tingkat yang sama dengan keracunan alkohol.

Di sisi lain, tidur yang baik telah terbukti meningkatkan keterampilan memecahkan masalah dan meningkatkan kinerja memori anak-anak dan orang dewasa.

4. Tidur yang buruk berisiko besar terkena stroke dan jantung

Kualitas dan durasi tidur dapat memiliki pengaruh besar pada banyak faktor risiko kesehatan. Ini adalah faktor yang diyakini mendorong penyakit kronis, termasuk penyakit jantung.

Sebuah tinjauan dari 15 studi menemukan bahwa, orang yang tidak cukup tidur memiliki risiko penyakit jantung atau stroke yang jauh lebih besar daripada mereka yang tidur 7-8 jam per malam.

5. Tidur memengaruhi metabolisme glukosa dan risiko diabetes tipe 2

Pembatasan tidur eksperimental mempengaruhi gula darah dan mengurangi sensitivitas insulin. 

Dalam sebuah studi pada pria muda yang sehat, tidur hingga 4 jam per malam selama 6 malam berturut-turut menyebabkan gejala prediabetes.

Gejala-gejala ini teratasi setelah satu minggu peningkatan durasi tidur.

Kebiasaan tidur yang buruk juga sangat terkait dengan efek buruk pada gula darah pada populasi umum.

Mereka yang tidur kurang dari 6 jam per malam telah berulang kali terbukti memiliki peningkatan risiko diabetes tipe 2.

[RWT | HTL]

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close