Daerah

791 Warga Terkena Dampak Banjir di Guntung Bontang Utara: Posko Bantuan Didirikan

Suara Network — Kaltim Today 20 Juli 2024 15:45
791 Warga Terkena Dampak Banjir di Guntung Bontang Utara: Posko Bantuan Didirikan
Ilustrasi. (Pexels)

Kaltimtoday.co, Bontang - Banjir yang melanda Kelurahan Guntung, Kecamatan Bontang Utara, sejak Kamis (18/7) hingga Jumat (19/7/2024) telah berdampak pada 791 warga. Dalam merespons bencana ini, pihak kelurahan dengan cepat mendirikan posko bantuan untuk menampung dan menyalurkan bantuan makanan.

Lurah Guntung, Denny Febrian, menyatakan bahwa meskipun banjir telah melanda sejak Kamis malam, tidak ada warga yang perlu mengungsi. Aliran bantuan makanan dari perusahaan sekitar tetap lancar, sehingga tidak perlu mendirikan dapur darurat. Hingga saat ini, 11 RT terdampak banjir, yaitu RT 4, 5, 6, 9, 11, 12, 13, 14, 15, 16, dan 17, dengan RT 4, 11, dan 12 mengalami banjir terparah dengan ketinggian air mencapai lutut orang dewasa.

"Situasi saat ini sudah berangsur terkendali. Meski air masih tergenang, tidak ada warga yang mengungsi," kata Denny Febrian.

Data sementara menunjukkan 256 Kepala Keluarga dengan total 791 jiwa terdampak banjir.

"Kami hanya mendirikan posko bantuan makanan dan langsung mendistribusikannya," tambah Denny.

Selain Kelurahan Guntung, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bontang melaporkan bahwa banjir juga merendam lima kelurahan lainnya pada Jumat (19/7/2024). Kelurahan tersebut adalah Api-Api, Gunung Elai, Satimpo, Kanaan, dan Gunung Telihan. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Bontang, Ismail, menyatakan bahwa petugas masih melakukan penyisiran di wilayah terdampak untuk memastikan keamanan.

Di Kelurahan Api-Api, banjir menggenangi 10 RT, sementara data jumlah warga terdampak masih dalam proses pencatatan. Di Kelurahan Gunung Telihan, 2 RT terdampak dengan 15 rumah terendam air. Di Kelurahan Satimpo, banjir merendam 4 rumah dengan 20 jiwa terdampak. Sementara di Kelurahan Gunung Elai, 4 RT terdampak termasuk Jalan Imam Bonjol dan Jalan Tomat dengan total 200 jiwa.

"Data masih kami input. Termasuk di Kelurahan Kanaan. Anggota juga masih berpatroli untuk memastikan semua wilayah terdampak banjir aman," ujar Ismail.

Ismail menambahkan bahwa banjir kali ini disebabkan oleh luapan air dari hulu sungai Kota Bontang dan daya tampung yang belum mencukupi. Ia mengimbau warga terdampak untuk tetap berhati-hati, terutama karena cuaca sering berubah menjadi hujan lebat pada sore hari.

"Ini air kiriman dari hulu. Kami meminta semua warga untuk tetap berhati-hati," tutupnya.

[RWT]

Simak berita dan artikel Kaltim Today lainnya di Google News, dan ikuti terus berita terhangat kami via Whatsapp 



Berita Lainnya