Advertorial
Angka Stunting Meningkat, DKK Balikpapan Serukan Partisipasi Aktif Warga
Kaltimtoday.co, Balikpapan - Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan mencatat peningkatan kasus stunting yang cukup signifikan, naik dari 19,6 persen menjadi 21,6 persen. Kepala DKK Balikpapan, Alwiati, mengungkapkan bahwa kenaikan sebesar 2 persen tersebut perlu segera diatasi dengan berbagai langkah konkret.
"DKK Balikpapan tengah berupaya menekan angka stunting melalui program pendampingan serta pemberian makanan tambahan bagi keluarga terdampak," jelas Alwiati.
Ia menambahkan bahwa fokus utama saat ini adalah meningkatkan gizi bagi ibu hamil dan menyusui. Pemberian ASI eksklusif dinilai penting dalam mencegah stunting pada bayi. Namun, di Balikpapan, sebagian besar ibu bekerja, sehingga pemberian ASI eksklusif sering terkendala.
Selain itu, pola asuh yang tidak tepat, seperti pemberian makanan tambahan terlalu dini, turut berkontribusi pada meningkatnya kasus stunting di kota ini.
"Banyak ibu memberikan makanan tambahan sebelum waktunya, padahal bayi masih memerlukan ASI eksklusif," tambahnya.
Alwiati juga mengungkapkan keprihatinan terhadap rendahnya kesadaran ibu hamil untuk mengonsumsi tablet penambah darah, yang dapat mengakibatkan anak lahir dengan kekurangan gizi.
Ia menyerukan agar posyandu di Balikpapan kembali diaktifkan dan lebih optimal dalam pelayanan. Menurutnya, partisipasi masyarakat dalam pemeriksaan rutin di posyandu juga masih rendah.
"Kami berharap masyarakat lebih aktif membawa anak-anak ke posyandu dan memanfaatkan penyuluhan terkait pencegahan stunting. Hal ini sangat penting untuk menekan angka stunting," tuturnya.
Selain itu, calon pengantin juga disarankan mempersiapkan kondisi gizi yang baik sebelum memasuki masa kehamilan. "Banyak remaja putri yang enggan minum tablet penambah darah, ini menyebabkan mereka sering pingsan saat menstruasi," pungkas Alwiati.
[RWT | ADV DISKOMINFO BALIKPAPAN]
Simak berita dan artikel Kaltim Today lainnya di Google News, dan ikuti terus berita terhangat kami via Whatsapp
Related Posts
- Dua Segmen Teras Samarinda Tahap II Molor, Dinas PUPR Terapkan Denda Harian
- Deposit Judi Online Capai Rp 36 Triliun, Transaksi Kini Banyak Beralih ke QRIS
- Wali Kota Samarinda Tegaskan Dana Probebaya 2026 Tetap Utuh, Skema 60:40 Bukan Pemotongan
- Masalah Ekonomi, Bapak Tiga Anak di Tenggarong Curi Tabung Gas untuk Penuhi Kebutuhan Sehari-hari
- Menunggu Kepastian Berbulan-bulan, Kontraktor Akhirnya Pegang Jadwal Pembayaran dari Pemkab Kukar








