Headline

Beda Badan Hukum, Koperasi Syariah 212 Bantah Terlibat Investasi Bodong 212 Mart Samarinda

Kaltimtoday.co, Jakarta – Dugaan investasi bodong 212 Mart Samarinda membuat publik heboh. Hal ini membuat Koperasi Syariah 212 Pusat angkat bicara soal pelaporan investasi bodong 212 Mart Samarinda ke pihak kepolisian.

Dalam keterangan tertulisnya, Koperasi Syariah 212 mengklaim kasus yang tengah bermasalah itu tersebut adalah Koperasi Syariah Sahabat Muslim Samarinda (KSSMS) yang memiliki entitas badan hukum berbeda.

Baca juga:  Kasus Positif Covid-19 di Kaltim Tembus 105 Orang

Direktur Eksekutif Koperasi Syariah 212 Mela Trestiati menjelaskan, KSSMS memiliki pengurus dan manajemen sendiri serta bertanggung jawab langsung kepada para anggotanya di Samarinda. Sehingga, pengumpulan dana yang dilakukan KSSMS disebutkan tidak berkaitan dengan Koperasi Syariah 212.

“Penghimpunan dana yang dilakukan oleh KSSMS merupakan domain internal KSSMS yang dalam hal ini merupakan tindakan untuk dan atas nama KSSMS sendiri dan sama sekali tidak terkait dengan Koperasi Syariah 212 Pusat,” kata Mela dalam keterangan tertulisnya, Kamis (6/5/2021).

Baca juga:  Pemprov Kaltim Siapkan 2 Laboratorium untuk Uji Swab Corona

KSSMS, disebut Mela, sepakat untuk mempergunakan merk dagang 212 milik Koperasi Syariah 212 Pusat dengan sejumlah syarat dan ketentuan yang telah disepakati bersama.

Mela menegaskan, pihaknya telah mengatur dalam Pedoman Komunitas bahwa “Komunitas Koperasi Syariah 212 dilarang melakukan pengumpulan dana untuk modal kerja mengatasnamakan Koperasi Syariah 212 pusat”.

Mela mengungkapkan, KSSMS kedapatan tidak menjalankan kewajibannya dalam perjanjian kerja sama. Di antaranya ialah tidak mengirimkan laporan keuangan 212 Mart secara reguler, baik bulanan maupun tahunan.

Baca juga:  Cegah Penularan Covid-19, Mahasiswa KKN IAIN Samarinda Bagikan Masker dan Hand Sanitizer ke TK-TPA Annaja Unit 029

Kemudian, pelanggaran lainnya ialah tidak memberikan bagi hasil atas usahanya kepada Koperasi Syariah 212 sebagai bayaran sewa merek dagang 212 Mart.

“Dengan hal tersebut di atas, KSSMS sesungguhnya telah melanggar kesepakatan dan syarat kerja sama sehingga tidak berhak lagi mencantumkan dan memakai logo 212 Mart.”

Berikut poin klarifikasi resmi dari Koperasi Syariah 212:

  1. Antara KS 212 (pusat) dengan komunitas adalah entitas hukum yang berbeda, dalam komunitas komunitas di Samarinda diwakili oleh Koperasi Syariah Sahabat Muslim Samarinda (yang disingkat KSSMS).
  2. Hubungan antara Koperasi Syariah 212 dengan KSSMS adalah kerjasama penggunaan merk 212Mart yang dituangkan dalam kerjasama yang memuat hak dan kewajiban para pihak. Adapun penghimpunan dana oleh pengurus KSSMS adalah di luar lingkup PKS tersebut
  3. Penghimpunan dana yang dilakukan KSSMS merupakan domain internal KSSMS yang dalam hal ini merupakan tindakan atas nama KSSMS sendiri dan sama sekali tidak terkait dengan Koperasi Syariah 212
  4. Didalam PKS yang ditandatangani, KSSMS tidak menjalankan kewajibannya untuk mengirimkan Laporan keuangan setiap bulan dan memberikan hasil kepada Koperasi Syariah 212.
Baca juga:  Daftar Biaya Rapid dan Swab Test di Samarinda dan Balikpapan

Sebelumnya, investasi bodong 212 Mart muncul sejak Oktober 2020. Skandal Investasi bodong 212 Mart dimulai dari gaji karyawan yang belum dibayarkan.

Bahkan setelah operasional 212 Mart ditutup tanpa pengembalian investasi yang dibayarkan. Tidak hanya itu, pengurus koperasi pun menghilang dan sulit dihubungi. Oleh sebab itulah warga melapor.

Investasi bodong 212 Mart di Samarinda merugikan investor miliaran rupiah. Investor 212 Mart datang dari kalangan masyarakat biasa. Nilai investasi bodong 212 Mart tiap warga beragam, mulai dari Rp500.000 sampai dengan Rp20 juta rupiah.

Baca juga:  Israel Terus Bombardir Gaza, Korban Tewas Meningkat Jadi 212 Orang

Total kerugian para investor pun ditaksir miliaran rupiah.

Sebelumnya, ratusan warga melaporkan investasi bodong 212 Mart ke Polresta Samarinda. Mereka mendatangi polisi karena merasa ditipu oleh pengurus Koperasi 212 Samarinda setelah mengundang investasi untuk mendirikan pusat perbelanjaan 212 Mart.

Setelah resmi mendapat laporan dari para warga, polisi kini menyelidiki dugaan penipuan alias investasi bodong yang dilakukan Koperasi Syariah 212 Samarinda. Keberadaan para pengelola koperasi ditelusuri agar dapat dimintai pertanggung-jawaban kepada para investor.

Baca juga:  Peringatan Harganas Ke-27, Wali Kota Samarinda Sukseskan Sejuta Akseptor KB

212 Mart merupakan merek minimarket Koperasi Syariah 212. 212 Mart menjual barang kebutuhan sehari-hari masyarakat seperti bahan pokok, perlengkapan rumah tangga, alat tulis, dll.

Berbeda dengan minimarket pada umumnya, 212 Mart tidak menjual rokok, minuman keras, alat kontrasepsi dan produk yang tidak halal.

[TOS]

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close