Gaya Hidup

Benarkah Keutamaan Umrah di Bulan Ramadhan Setara dengan Haji? Begini Penjelasan Dalilnya

Dahlia Norjanah Norma Susanti — Kaltim Today 13 Maret 2024 09:19
Benarkah Keutamaan Umrah di Bulan Ramadhan Setara dengan Haji? Begini Penjelasan Dalilnya
Ilustrasi Ibadah Haji. (freepik.com)

Kaltimtoday. co - Umrah merupakan salah satu ibadah yang amat dianjurkan dalam Islam. Meskipun umrah memiliki keutamaan tersendiri, terdapat fleksibilitas waktu yang membedakannya dengan ibadah haji. Berbeda dengan haji yang memiliki waktu pelaksanaan yang telah ditetapkan, umrah bisa dilakukan kapan saja sepanjang tahun. Namun, melakukan umrah pada bulan Ramadhan memiliki nilai yang lebih berharga, karena bulan ini adalah bulan penuh berkah dan ampunan.

Dikutip dari buku"50 Nasihat Rasulullah untuk Kaum Wanita" karya Majdi Sayyid Ibrahim, dikemukakan bahwa umrah, secara etimologi, berasal dari kata yang berarti "ziarah". Ini menunjukkan bahwa umrah tidak hanya sekadar ibadah, tetapi juga merupakan kesempatan untuk menjalani perjalanan spiritual yang mendalam dan merenungkan makna kehidupan.

Selain itu, dalam pemahaman yang lebih mendalam, umrah juga diartikan sebagai "memakmurkan Masjidil Haram", yang menegaskan pentingnya untuk menjaga dan menghormati tempat-tempat suci dalam Islam.

Dengan demikian, melalui umrah, umat Islam di seluruh dunia dapat mengalami momen yang penuh makna dan mendalam dalam menghidupkan ajaran Islam. Baik itu dilakukan di luar bulan Ramadhan maupun pada bulan suci tersebut, umrah merupakan kesempatan berharga untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memperdalam keimanan serta ketaqwaan.

Dalil Dalam Al - Qur'an

Dalam Al-Qur'an, umrah sering kali digandengkan dengan haji, salah satunya pada Al-Qur'an surah Al Baqarah ayat 196. Allah SWT berfirman,

وَاَتِمُّوا الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ لِلّٰهِ ۗ

Artinya: "Sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah."

Umrah sendiri memiliki beberapa keutamaan, salah satunya menghapus dosa antara umrah sebelumnya dengan sekarang. Pernyataan tersebut terdapat pada hadits riwayat Abu Hurairah RA.

"Nabi SAW bersabda, dari umrah sebelumnya ke umrah sekarang, akan dapat melebur dosa dan kesalahan pada jarak waktu antara kedua umrah tersebut.”

Di samping itu, bagi umat Islam yang melaksanakan ibadah umrah, akan merasakan berbagai keistimewaan lainnya seperti perlindungan dan pengawasan langsung dari Allah SWT, pengalaman menjadi tamu Allah SWT, serta mendapatkan pahala yang sebanding dengan kesulitan dan pengeluaran yang dikeluarkan, seperti yang diuraikan dalam karya "Dahsyatnya Umrah" karya Khalid Abu Syadi.

Keutamaan Umrah Bulan Ramadhan

Keutamaan umrah pada bulan Ramadhan adalah setara ibadah haji. Hal ini bersandar pada hadits shahih dari Ibnu Abbas RA sebagaimana dinukil Syaiful Alim dalam buku Menuju Umrah dan Haji Mabrur.

"Ibnu Abbas RA menuturkan bahwasanya Rasulullah SAW bertanya kepada salah seorang perempuan Anshar (Ummu Sannan), 'Apa yang mencegahmu berhaji bersama kami?' Perempuan itu menjawab, 'Kami cuma punya dua unta; satu dibawa dalam perjalanan haji oleh ayah dan putranya dan kami ditinggali satu unta untuk mengairi kebun.' Kemudian, Rasulullah bersabda, 'Sesungguhnya, umrah di bulan Ramadhan menyamai ibadah haji atau haji bersamaku'." (HR Bukhari dan Muslim)

Ada Perbedaan Pandangan Dalam Penafsirannya

Terdapat tiga pandangan di antara cendekiawan agama dalam menafsirkan hadis tersebut. Pandangan pertama menyatakan bahwa ucapan Rasulullah SAW tersebut ditujukan secara spesifik kepada lawan bicara beliau. Pendapat ini dipilih oleh Said bin Jubair dan dijelaskan dalam karya Fathul Bari Syarh Shahih Bukhari.

Pandangan kedua berpendapat bahwa ucapan Rasulullah SAW tersebut ditujukan kepada seseorang yang berencana menjalankan ibadah haji, namun mengalami hambatan. Orang tersebut kemudian memilih untuk menunaikan umrah pada bulan Ramadhan sebagai penggantinya. Pendapat ini terdapat dalam karya Lathaiful Ma'arif karya Ibnu Rajab.

Pandangan ketiga yang menjadi pendapat mayoritas cendekiawan agama menyatakan bahwa ucapan Rasulullah SAW tersebut berlaku untuk seluruh umat Islam tanpa terkecuali. Kelompok ini meliputi Imam Malik, Imam Hanafi, Imam Syafi'i, dan Imam Hanbali.

Imam an-Nawawi, seorang ulama dari mazhab Syafi'i, dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa meskipun umrah pada bulan Ramadhan mendapatkan pahala yang setara dengan pahala haji, hal ini tidak berarti bahwa umrah pada bulan Ramadhan dapat menggantikan kewajiban haji secara keseluruhan.

Imam an-Nawawi menjelaskan bahwa umrah pada bulan Ramadhan dapat memperoleh pahala sebagaimana pahala haji, namun itu tidak berarti umrah Ramadhan memiliki status yang sama dengan haji secara keseluruhan. Oleh karena itu, jika seseorang memiliki kewajiban untuk melaksanakan ibadah haji dan kemudian melakukan umrah pada bulan Ramadhan, umrah tersebut tidak dapat menggantikan kewajiban haji yang sebelumnya. Penjelasan ini dapat ditemukan dalam buku Inspirasi Ramadhan oleh Syaifandi dan Brilly El-Rasheed.

Itu tadi beberapa pandangan dan pendapat dari beberapa ulama besar, jadi apakah kamu tertarik untuk melaksanakan ibadah Umrah di bulan suci ramadhan yang penuh berkah ini


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kaltimtoday.co. Mari bergabung di Grup Telegram "Kaltimtoday.co News Update", caranya klik link https://t.me/kaltimtodaydotco, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Berita Lainnya