BPBD BONTANG
BPBD Bontang Imbau Warga Waspadai Cuaca Ekstrem di Musim Pancaroba
Kaltimtoday.com, Bontang - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bontang mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem selama periode pancaroba. Musim peralihan ini kerap ditandai dengan perubahan cuaca yang cepat dan tidak menentu, mulai dari suhu panas terik hingga hujan deras disertai angin kencang.
Kepala Pelaksana BPBD Bontang, Usman, mengatakan bahwa kondisi pancaroba umumnya terjadi saat transisi dari musim kemarau ke musim hujan. Pada fase ini, berbagai fenomena alam seperti hujan lokal, angin kencang, hingga potensi puting beliung bisa muncul sewaktu-waktu.
“Cuaca bisa berubah sangat cepat. Pagi cerah, siang panas, tapi sore sudah turun hujan disertai angin. Warga perlu meningkatkan kewaspadaan, terutama yang tinggal di kawasan padat penduduk atau wilayah rawan bencana,” ujarnya, Kamis (23/10/2025).
Ia menambahkan, selain memicu potensi bencana hidrometeorologi seperti pohon tumbang dan genangan air, musim pancaroba juga dapat berdampak pada kesehatan masyarakat. Fluktuasi suhu dan kelembapan membuat penyakit seperti flu dan batuk lebih mudah menyerang.
“Kami mengimbau warga untuk menjaga kondisi tubuh tetap fit, memastikan saluran air tidak tersumbat, dan memangkas ranting pohon yang berisiko roboh,” katanya.
BPBD juga meminta masyarakat segera melapor apabila mendapati kejadian yang berpotensi membahayakan, seperti genangan air tinggi atau pohon tumbang, agar dapat segera ditangani.
“BPBD Bontang selalu siaga 24 jam menerima laporan dari masyarakat. Kolaborasi dan kewaspadaan bersama menjadi kunci untuk mengurangi dampak cuaca ekstrem di musim pancaroba,” tutup Usman.
[ADV BPBD BONTANG]
Related Posts
- Bekali Orangtua dan Siswa Cegah Kekerasan Seksual, MPLS di SDN 001 Bontang Selatan Akan Libatkan DP3AKB
- Sambut Tahun Ajaran Baru, SDN 001 Bontang Selatan Libatkan Orangtua Lewat Pra MPLS
- JAP Minta Fasilitas Ramah Difabel Jadi Prioritas dalam Raperda LLAJ Bontang
- Andi Faizal Dorong Kesadaran Warga Rawat Aset Publik
- Pupuk Kaltim Raih Penghargaan AREA 2026, Pertegas Komitmen Bangun Ekonomi Inklusif









