Samarinda

Bukuan Langganan Banjir, Dewan Samarinda: Dampak Pembukaan Lahan Besar-besaran

Kaltimtoday.co, Samarinda – Salah satu momok tinggal di Samarinda adalah persoalan banjir. Hampir seluruh kawasan kini terdapat genangan saat hujan dengan intesitas besar.

Namun untuk mengatasi banjir di sejumlah titik genangan, memang membutuhkan anggaran yang tidak sedikit. Tak heran dalam setiap tahunnya ratusan miliar teranggarkan untuk penanganan banjir.

Baca juga:  BMKG Imbau Masyarakat Waspada Potensi Cuaca Ekstrem Wilayah Kaltim pada 19-21 September 2022

Mengenai penanganan banjir itu sendiri, kembali disuarakan oleh Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Jasno. Memang tugas dirinya sebagai partner kerja khususnya dalam bidang pembangunan. Poltikus Partai Amanat Nasional (PAN) ini pun memberikan catatan, khususnya terhadap Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Samarinda.

Sebagai daerah pemilihan (dapil) Palaran, Jasno pun meminta agar Pemkot Samarinda juga lebih perhatian terhadap kawasan pinggiran, seperti di dapilnya. Sebab genangan di Palaran itu sebagian besar terjadi akibat, pembukaan lahan yang masif dari perusahaan tambang.

Salah satunya dia sebutkan terjadi di Jalan Nahkoda Kelurahan Bukuan, sebab hujan sedikit saja kawasan itu sudah tergenang. Padahal jalur tersebut tidak kalah pentingnya dengan kawasan kota, terlebih menjadi jalur utama menuju Peti Kemas.

Baca juga:  Pemerintah Cabut FABA dari Kategori Limbah B3, Komisi I DPRD Kaltim: Harus Ada Aturan Lain yang Mengatur

“Itu betul, 80 persen bahkan airnya mengalir di drainase kota yang juga penuh karena tidak mengalir dengan baik,” ujarnya.

Menurutnya titik genangan terparah memang berasal di Kelurahan Bukuan. Padahal di kawasan itu kata Jasno ada dua titik anak sungai, yang sudah lama tidak mendapatkan normalisasi. Sehingga aliran genangan sulit untuk bisa disalurkan ke Sungai Mahakam.

Baca juga:  Marak Penjual Miras Ilegal, DPRD Samarinda Dorong Pemkot Tindak Tegas

Tak heran dia pun mengharapkan, setiap tahunnya anggaran untuk normalisasi dirutinkan, untuk mempercepat genagan air dialirkan ke muaranya, yaitu Sungai Mahakam.

“Beberapa kawasan sebenarnya sudah tertangani seperti di Jalan Gotong Royong, Sekarang masih perlu penangan memang di Bukuan, termasuk di Simpang Pasir juga menjadi kawasan yang perlu mendapat penanganan. Karena kondisinya jalanan pasti becek, dan menjadi akses utama bagi masyarakat,” pungkasnya.

[PAS | NON | ADV DPRD SAMARINDA]

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kaltimtoday.co. Mari bergabung di Grup Telegram “Kaltimtoday.co News Update”, caranya klik link https://t.me/kaltimtodaydotco, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker