Kaltim

Dikelola Berkelanjutan, Prospek Usaha Perkebunan Kelapa Sawit di Kaltim Masih Sangat Potensial

Kaltim Today
03 November 2022 19:38
Dikelola Berkelanjutan, Prospek Usaha Perkebunan Kelapa Sawit di Kaltim Masih Sangat Potensial
Indonesian Palm Oil Conference  (IPOC), Kamis, (3/11/2022) di Bali International Convention Center, The Westin Resort Nusa Dua, Bali.

Kaltimtoday.co, Bali - Prospek perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Timur diprediksi masih berjalan dengan baik, terlebih bila dikelola secara berkelanjutan.

“Saya rasa prospek perkebunan kelapa sawit dalam lima tahun ini di Kaltim masih bagus,“ terang Gubernur Kaltim Isran Noor usai menghadiri Indonesian Palm Oil Conference  (IPOC), Kamis, (3/11/2022) di  Bali International Convention Center, The Westin Resort Nusa Dua, Bali.

Isran Noor mengatakan, meski saat ini kondisi perekonomian dunia terganggu imbas terjadinya krisis antara Rusia dan Ukraina, tapi dirinya meyakini industri sawit tetap akan bertahan bahkan berkembang lagi.

“Persoalan pasar tidak akan mengganggu industri sawit, saya yakin industri ini tetap berkembang,” tegas Ketua Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia ini.

Senada, Kepala Dinas Perkebunan Kaltim Ujang Rachmat mengatakan, masa depan perkebunan sawit di Kaltim akan semakin baik, tidak hanya dalam konteks lima tahun ke depan, tetapi diharapkan dapat berjalan sepanjang masa.

“Karena sawit ini merupakan kegiatan ekonomi produktif yang berkelanjutan,” ujar Ujang.

Pengembangan usaha perkebunan kelapa sawit, lanjut Ujang, jika dikelola secara tepat, baik dari aspek ekonomi, sosial maupun aspek lingkungan, maka Kaltim akan mendapat manfaat positif dari usaha perkebunan ini.

Pemprov Kaltim juga telah meletakkan desain, suatu saat nanti, industri kelapa sawit bakal menggantikan ekonomi berbasis sumber daya alam yang tidak terbarukan, seperti gas, minyak dan batu bara.

“Kita akan melangkah ke sana, dari sisi hulu kita sudah siap, dari industri hilirnya juga sudah bergerak. Tinggal menunggu waktu saja," kata Ujang.

Ujang menerangkan, saat ini Dinas Perkebunan Kaltim terus mengembangkan luasan lahan perkebunan sawit yang saat ini ada di Kaltim mencapai 1,3 juta hektare dari izin yang ada seluas 2,8 juta hektare. Ke depannya luasan  perkebunan sawit akan terus ditingkatkan sesuai jumlah izin yang telah diberikan.

“Target kita dalam 5-10 tahun ke depan kita akan punya kebun sawit seluas 2,5 juta hektare,” ucapnya.

Ujang menambahkan, Pemprov Kaltim melalui Disbun Kaltim juga mendorong usaha perkebunan sawit dapat melakukan penerapan Indonesia Sustainable Oil Plan  (ISPO) sebagai bentuk pengelolaan sawit yang berkelanjutan. ISPO merupakan standar dan indikator kerja utama di perkebunan.

“Di Kaltim tercatat 65 perusahaan yang sudah mendapat sertifikat ISPO," terangnya.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dalam sambutannya secara virtual mengungkapkan,  saat ini, luas areal perkebunan sawit yang telah tersertifikasi ISPO mencapai 3,6 juta hektare. Selain ISPO, juga terdapat Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2019 tentang Rencana Aksi Nasional Kelapa Sawit Berkelanjutan Tahun 2019-2024, yang akan menjadi peta jalan bagi pemerintah dan pemangku kepentingan terkait.

“Tujuannya untuk menyeimbangkan pembangunan sosial ekonomi dan pelestarian lingkungan," kata Airlangga.

Hadir dalam konferensi itu, Dirjen Perkebunan Andi Nur Alamsyah, Deputi Bidang  Pangan dan Agribisnis Kemenko Perekonomian Musdalifah Mahmud dan Ketua GAPKI Pusat Joko Supriyono. IPOC 2022 juga dihadiri ratusan  peserta baik dari dalam dan luar negeri  yang terdiri dari pengusaha, pelaku pasar, lembaga pemerintah, akademisi dan petani kelapa sawit.

[RWT | ADV DISKOMINFO KALTIM]

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kaltimtoday.co. Mari bergabung di Grup Telegram "Kaltimtoday.co News Update", caranya klik link https://t.me/kaltimtodaydotco, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Berita Lainnya