Advertorial

DKP3A Kaltim Adakan Advokasi dan Evaluasi KLA Untuk Perkuat Pemenuhan Hak dan Perlindungan Anak

Alisa Deliana — Kaltim Today 15 Maret 2023 10:51
DKP3A Kaltim Adakan Advokasi dan Evaluasi KLA Untuk Perkuat Pemenuhan Hak dan Perlindungan Anak
Pelaksanaan Advokasi dan Evaluasi Pengembangan Layak Anak Se-Kalimantan Timur oleh DKP3A

Kaltimtoday.co - Kepala Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Kesejahteraan Anak (DKP3A) Provinsi Kaltim, Noryani Sorayalita mengatakan, saat ini sedang dilakukan tahap penilaian untuk Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA), yakni KLA yang merupakan Evaluasi Mandiri ( tahap EM). 

Evaluasi Mandiri (EM) ini dilaksanakan oleh kabupaten/kota pada tanggal 2 Februari sampai 23 Maret 2023, dengan melengkapi capaian indeks KLA melalui web app KLA sesuai Juknis Kabupaten/Kota Ramah dengan Anak Tahun 2023.

Saat ini provinsi Kalimantan Timur telah memiliki 9 Penghargaan Peringkat KLA di 9 kabupaten/kota. Kategori KLA yang diraih pada tahun 2022 yaitu kategori Nindya dimenangkan oleh kota Bontang dengan total skor 767,25 dan kota Balikpapan dengan total skor 732,00. 

Kategori sedang dimenangkan oleh Kota Samarinda dengan total skor 653,70 dan Kabupaten Kutai Kartanegara dengan total skor 601,80. 

Adapun lima kabupaten yang menjadi juara pada kategori utama yaitu Kabupaten Berau dengan total skor 564,40, Kabupaten PPU dengan total skor 544,75, Kabupaten Kutai Timur dengan total skor 501,80, Kabupaten Paser dengan total skor 501,80 dengan total skor 501,80 dan Kabupaten Kutai Barat dengan skor total 500,20. Sementara untuk Kabupaten Mahakam Ulu masih belum bisa menjadi juara karena skor total baru 146,15. 

Pada 2022-2023 beberapa kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Timur telah meraih beberapa penghargaan sebagian fasilitas atau layanan publik berstandar layakanak seperti Sekolah Ramah Anak (SRA), Pelayanan Ramah Anak di Puskesmas (PRAP), Pusat Informasi Sahabat Anak (PISA), dan Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA).

Soraya berharap dengan adanya dukungan ini dapat dijadikan sebagai bahan kajian untuk mendorong dan memperkuat perlindungan anak di Kaltim, agar mengetahui aspek mana saja yang kurang atau perlu ditingkatkan dalam pemenuhan hak dan perlindungan anak.

Selain itu, upaya perlindungan anak melalui peran besar Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) yang sedang berjalan dan kasus yang diselesaikan melalui Unit Teknis Daerah Pelaksanaan Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) akan membantu tercapainya tujuan perlindungan anak, khususnya anak berkebutuhan khusus yang dilindungi (AMPK). 

Sebagai informasi, berdasarkan data Sistem Informasi Daring Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA Symphony) per 1 Februari 2023, terdapat 29 kasus kekerasan terhadap anak  yang terjadi di Kaltim. Kasus terbanyak berada di Kota Samarinda sebanyak 10 kasus. Total korban kekerasan anak adalah 30 korban dan 100% pelayanan telah diberikan.

Kebanyakan dari korban merupakan anak-anak berpendidikan SD dengan jumlah persentase sebesar 43%. Untuk korban KDRT paling banyak berasal dari kota Samarinda dan Balikpapan dengan 2 korban. Dan untuk kekerasan terhadap anak terbanyak adalah kekerasan seksual dengan 15 korban. 

“Sebagian besar kekerasan terhadap anak dan perempuan terjadi di rumah tangga, khususnya 21 kasus anak-anak dan 20 kasus orang dewasa,” kata Soraya.



[TOS | ADV KOMINFO KALTIM]


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kaltimtoday.co. Mari bergabung di Grup Telegram "Kaltimtoday.co News Update", caranya klik link https://t.me/kaltimtodaydotco, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. 



Berita Lainnya