Samarinda
DLH Samarinda Pastikan Bantu Warga yang Terdampak Musibah
Kaltimtoday.co, Samarinda - Musibah kebakaran di Samarinda seolah tak pernah habis. Baru-baru ini, si Jago Merah kembali melalap bangunan di Jalan Adam Malik, Kecamatan Sungai Kunjang.
Memahami bahwa bencana ini diluar kendali manusia, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda pun sigap untuk turut serta membantu meringankan korban kebakaran.
Kabid Pengelolaan Sampah dan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun DLH Samarinda, Iswanto menjelaskan, pihaknya akan menurunkan personel untuk membantu warga membereskan sisa-sisa kebakaran.
“Tapi kami tidak mungkin turut memilah. Jadi warga bisa memilah dulu, mana barang-barang yang mungkin masih bisa diselamatkan,” bebernya.
Baca Juga: Belajar dari Kebakaran Melayu, Dewan Kukar Fatlon Nisa Dorong Penyelesaian Jaringan Hidran pada 2027
View this post on Instagram
Selebihnya dia mempersilahkan warga untuk menumpuk sampah sisa kebakaran. Sehingga nantinya pihak DLH Samarinda bisa langsung membantu warga mengangkutkan sisa puing atau barang-barang yang tak lagi bisa digunakan untuk dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
“Kami memahami bahwa ini merupakan musibah. Sehingga jangan sampai aturan-aturan justru menyusahkan warga yang menjadi korban. Pasti akan dibantu,” tegasnya.
Hal-hal seperti ini memang sudah sering dilakukan DLH Samarinda. Menurut Iswanto, dalam setiap penanganan sisa bencana, pihaknya pasti akan turut serta dalam membereskan barang-barang yang sudah tak digunakan lagi oleh pemiliknya.
[KA | NON | ADV DLH SAMARINDA]
Related Posts
- DPRD Samarinda Minta Kepastian Penanganan Ruko Korban Kebakaran Pasar Segiri
- 25 Ruko Terdampak Kebakaran di Pasar Segiri Belum Dibenahi, Disdag Tunggu Hasil Uji Kelayakan Bangunan
- Segera Diserahterimakan, Area Terdampak Kebakaran Pasar Segiri Siap Beroperasi Pekan Ini
- Bantah Isu Kas Daerah Menipis di Balik Pendataan Warga Non PDAM, DLH Samarinda Sebut Retribusi Sampah Sudah Ada Sejak 2006
- DLH Samarinda Klarifikasi Pekerja Insinerator Mundur Massal, Klaim Gaji Rp2,5 Juta Sebulan Masih Layak









