Kukar

DPRD Kukar Lakukan Mediasi Lahan Tanam Tumbuh, Ahmad Yani: PPBL Akan Dipelajari Lebih Detail

Kaltimtoday.co, Tenggarong – Polemik lahan tanam tumbuh warga yang digusur oleh perusahaan tambang batu bara PT Multi Harapan Utama (MHU) di Kecamatan Loa Kulu. Mendapat respon dari DPRD Kukar, untuk menyelesaikan permasalahan ini dan sesuai kesepakatan demonstran beberapa hari lalu.

DPRD Kukar mengelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan memanggil seluruh pihak yang terlibat seperti perusahaan MHU, Asisten II Pemkab, Dinas Perkebunan (Disbun) bertempat diruang Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Kukar, Rabu (14/04/2021).

Baca juga:  Disdikbud Kukar Gelar Lomba Baca Tulis Alquran untuk Peserta Didik Tingkat Sekolah Dasar

Anggota DPRD Kukar, Ahmad Yani mengatakan, saat ini Perjanjian Pemanfaatan Lahan Bersama (PPLB) sudah berada di tangan pemerintah. Nanti akan dipelajari lebih detail lagi, siapa yang berjanji dan memiliki tanggung jawab secara hukum terkait ganti tanam tumbuh lahan warga.

Pihaknya juga memberikan apresiasi kepada perusahaan karena bersedia memberikan PPLB untuk mengetahui akar permasalahannya.

“Dalam waktu dekat kami akan mempelajari lebih detail lagi PPLB nya. Minggu depan atau minggu kedua akan kami undang kembali, termasuk kementerian ESDM untuk menyelesaikan polemik ini,” kata Yani sapaan akrabnya kepada Kaltimtoday.co, Rabu (14/04/2021).

Anggota Dewan Dapil Loa Kulu-Loa Janan ini menambahkan, ada porsi dari kementerian yang diharapkan bisa menfinalisasi masalah ini supaya cepat selesai. Lebih lanjut, Badan Pertanahan Negara (BPN) juga akan diundang, mengingat di daerah tersebut ada perusahaan sawit.

Baca juga:  Plt Dirut RSUD AM Parikesit Jelaskan Pihak Keluarga yang Ingin Ambil Jenazah Covid-19 Hanya Salah Paham

Sebab Hak Guna Usaha (HGU) dikeluarkan oleh BPN dan sejauh mana evaluasi yang dilakukan ke perusahaan sawit.

“Karena itu komplit masalahnya, kita harap minggu depan atau dua minggu yang akan datang akan undang lagi. Semoga rapat kedepannya semua bisa clear,” tandanya.

[SUP | NON]

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close