KaltimNasional

Juara Nasional, Siswa-Siswi Harumkan Nama Kaltim di Level Nasional

Kaltimtoday.co – Masyarakat Kaltim patut bangga. Siswa siswi dari berbagai sekolah di Kaltim, berhasil menyabet juara nasional di ajang “Festival Literasi Sekolah” tingkat SLB, SD dan SMP, yang digelar di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Event bergengsi ini diikuti seluruh peserta didik terbaik se-Indonesia, sejak Kamis hingga Senin (25-29/12) tadi.

Mereka yang mengharumkan nama Kaltim di level nasional diantaranya, Andi Muhammad Arief dari SLBN Bontang. Dia berhasil menjadi Juara 2 Nasional Lomba Cipta dan Baca Puisi SMPLB dan SMALB. Kedua, Averil Patricia Lourdes Sakai dari SMP Katolik Santo Fransiskus Assisi, Samarinda yang berhasil meraih Juara 1 Nasional Lomba Story Telling SMP. Terakhir Intan Yuliyani dari SD Kharisma Persada Sangkulirang Kutai Timur yang berhasil merebut Juara Harapan 3 Nasional Lomba Cipta Syair SD.

Dijelaskan Koordinator Olimpade, Festival dan Lomba SD, SMP dan SLB Provinsi Kaltim Sugianto, M.Pd, prestasi yang didapat kontingen Kaltim tak lepas dari peran para guru, orang tua dan Pemprov Kaltim. Mereka inilah yang memberi dukungan sehingga mampu meraih hasil yang menggembirakan. Sugianto pun berharap capaian prestasi para peserta dari Kaltim bisa menjadi motivasi bagi sekolah lain.

“Harapan kedepan sekolah-sekolah di Kaltim dapat terus meningkatkan kemampuan literasi peserta didik mereka melalui penguatan di satuan pendidikan,” katanya.

Menurut Sugianto, pendidikan literasi sangat penting diberikan agar peserta didik menjadi manusia yang berkarakter. Sebab dengannya, peserta didik mampu menyelesaikan masalah masalah yang mereka hadapi dalam kehidupan sehari hari.

“Literasi adalah seperangkat kemampuan  dan keterampilan individu dalam membaca, menulis, berbicara, menghitung dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian tertentu yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari,” sambungnya.

Sugianto pun mendorong agar gerakan literasi di sekolah dimassifkan agar karakter siswa semakin mantap. Apalagi di era terbuka dan maju ini, pengaruh budaya luar bisa mengancam karakter siswa dengan berbagai bentuk.

“Salah satu bentuk penguatan karakter adalah penyelenggaraan kegiatan ekstrakurikuler di sekolah yang melibatkan olah hati, olah rasa, dan olah pikir. Dalam hal ini dikenal dengan sebutan wadah atau bengkel sastra, dimana di sini berkumpul peserta didik yang memiliki kegemaran untuk menulis dan membaca. Hal ini juga selaras dengan visi misi Kaltim Berdaulat dalam pembangunan sumber daya manusia yang berakhlak mulia dan berdaya saing, terutama perempuan, pemuda dan penyandang disabilitas,” ungkap alumnus FKIP Unmul ini. (Pas/Adv)

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close