Daerah
Karhutla di Kaltim Meluas hingga 752 Hektare, Berau dan Paser Ajukan Tanggap Darurat
Kaltimtoday.co - Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Timur (Kaltim) terus meluas sepanjang Agustus 2026. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim mencatat sebanyak 273 kasus kebakaran terjadi dengan total area terbakar mencapai lebih dari 752 hektare hingga Sabtu (22/8/2026).
Lonjakan kejadian karhutla tersebut mendorong sejumlah pemerintah daerah meningkatkan status kebencanaan dari waspada menjadi siaga darurat. Bahkan, Pemerintah Kabupaten Paser dan Kabupaten Berau telah mengajukan permohonan peningkatan status menjadi tanggap darurat bencana.
Kepala Pelaksana BPBD Kaltim, Buyung Dodi Gunawan, mengungkapkan bahwa eskalasi kebakaran lahan meningkat signifikan dalam dua pekan terakhir. Sebaran titik api mendominasi wilayah Kabupaten Paser, disusul Berau, Kutai Barat, dan Kutai Timur.
"Yang terbesar saat ini masih di Paser, tetapi dengan catatan Berau belum masuk datanya, karena mungkin teman-teman di Berau masih disibukkan dengan karhutla, artinya data ini masih akan tinggi lagi," ujar Buyung di Pangkalan Udara (Lanud) Dhomber Balikpapan, Minggu (23/8/2026).
Ratusan kejadian kebakaran tersebut menghanguskan lebih dari 752 hektare area, mencakup kawasan hutan lindung, lahan konsesi, hingga perkebunan milik masyarakat. Angka luasan terdampak diproyeksikan masih bertambah seiring puncak musim kemarau yang masih berlangsung di wilayah Kaltim.
Menyikapi meluasnya titik api, Pemprov Kaltim tengah mematangkan penetapan status siaga darurat tingkat provinsi bersama Gubernur Kaltim guna mempercepat mobilisasi sumber daya penanganan.
Sejumlah kabupaten turut melayangkan surat permohonan bantuan operasi modifikasi cuaca (OMC) atau hujan buatan serta pengerahan armada helikopter pemadam (water bombing) ke pemerintah pusat melalui BPBD Kaltim.
Buyung memastikan bahwa usulan dari Kabupaten Berau telah diterima dan akan segera ditindaklanjuti secara berjenjang setelah status siaga darurat provinsi resmi ditetapkan, menyesuaikan dengan ketersediaan armada udara di lapangan.
[RWT]
Related Posts
- Ditinggal Kuliah, Rumah Mahasiswa di Berau Dibobol Pria 42 Tahun
- Rektor Baru Unmul Rudianto Amirta Buka Suara Pasca Pilrek: Rivalitas Selesai, Saatnya Bersatu
- Dosen FISIP Unmul Minta Sistem Remunerasi Lebih Transparan di Era Rudianto Amirta
- Data Konsumsi Berubah, Dewan Kaltim Firnadi Dorong Pemprov Perbarui Kebutuhan BBM
- Kasus ISPA di Kukar Tembus 10.012 pada September, Naik Hampir 1.000 Kasus









