Kaltim
Mantan Gubernur Kaltim Yurnalis Ngayoh Meninggal Dunia
Kaltimtoday.co, Samarinda - Gubernur Kaltim periode 2006-2008, Yurnalis Ngayoh, meninggal dunia di RSUD Abdul Wahab Sjahranie. Dia diketahui mengidap penyakit diabetes selama bertahun-tahun.
Atas berpulangnya tokoh Kaltim tersebut, publik Kaltim menyampaikan duka yang mendalam.
Yurnalis Ngayoh meninggal dunia pada usia 78 tahun, Senin (8/2/2021) dini hari.
Sebagai informasi, Yurnalis Ngayoh lahir di Barong Tongkok, Kutai Barat, Kaltim pada, 20 Agustus 1942. Sebelum menjabat sebagai gubernur Kaltim periode 2006-2008, dia menjabat sebagai wakil gubernur periode 2003-2006.
Yurnalis Ngayoh diketahui merupakan alumnus dari Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta (S1), Universitas Wijaya Putra Surabaya (S2), dan Universitas 17 Agustus Surabaya (S3).
Setelah pensiun dari jabatan gubernur Kaltim, Yurnalis Ngayoh diangkat menjadi anggota Dewan Komisaris PT Pupuk Kaltim pada 22 Juli 2009.
Atas berpulangnya tokoh Kaltim ini, Wakil Gubernur Kaltim, Hadi Mulyadi menyampaikan duka yang mendalam.
"Turut berduka cita yang mendalam atas wafatnya Bapak Yurnalis Ngayoh. Semoga beluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran," ucapnya.
Berikut pesan Yurnalis Ngayoh dalam acara HUT Kaltim ke-62:
"Harus Lebih Maju. Walaupun pembangunan sudah dilakukan di berbagai bidang, kekurangan pasti ada. Harus dibenahi dan perbaiki. Saya berharap ke depan Kaltim lebih maju. Memasuki usianya yang ke-62 tahun, Provinsi Kaltim harus bisa lebih maju lagi, hingga masyarakat bisa lebih sejahtera."
[TOS]
Related Posts
- Program Seragam Gratis Pemprov Kaltim Potensi Molor Lagi, SMKN 1 Samarinda: Timbul Kecemasan Orang Tua dan Siswa
- Pemprov Kaltim Bantu 63 Pokdakan pada 2026, Benih Ikan Masih Jadi Bantuan Terbanyak
- Article 33 Hadirkan Project Manager Kaltim Today, Dampingi Pembuatan Kampanye Digital Transisi Batu Bara Berkeadilan yang Berdampak
- Seragam Gratis Kaltim Mulai Didistribusikan Agustus 2026, Pagu Rp1 Juta per Siswa Termasuk Ongkos Distribusi
- Empat Korban Jiwa di Satu Konsesi, JATAM Desak Polisi Tindak Perusahaan Tambang









