Samarinda

Optimalkan Retribusi Sampah, DLH Samarinda Gaet Diskominfo

Kaltimtoday.co, Samarinda – Selama ini, retribusi sampah bagi warga Samarinda dipungut melalui pembyaran air minum bagi masyarakat yang memiliki rekening air di Perumdam Tirta Kencana.

Sedangkan untuk warga yang belum terdaftar sebagai pelanggan Perumdam Tirta Kencana Samarinda, pengumpulan retribusi sampah akan dimaksimalkan mulai Juni 2021 ini.

Baca juga:  Komitmen DLH Samarinda: Terus Lakukan Penghijauan di Seluruh Kota

Sebagai instansi yang berwenang memungut retribusi, Dinas Lingkungan Samarinda (DLH) Samarinda pun menggaet Dinas Komunikasi dan Informatikan (Diskominfo) Kota untuk bekerjasama.

“Rencananya kami siapkan aplikasi, jadi mereka bisa bayar disana. Bisa tahu juga sudah bayar apa belum,” tutur Kepala DLH Samarinda, Nurrahmani.

Baca juga:  Menguak Catatan Sejarah Banjir Besar Yang Menerjang Samarinda

Diluar aplikasi, pihaknya juga menyiapkan kerangka pembayaran bagi warga yang hendak membayar di luar aplikasi yang sedang dipersiapkannya itu.

Sesuai dengan aturan yang berlaku, rencananya warga Samarinda yang tidak termasuk pelanggan Perumdam Tirta Kencana akan dikenai tarif Rp7.500 untuk setiap bulannya.

“Menyesuaikan dengan amanat Perda yang ada, termasuk Perwali juga,” lanjutnya.

Baca juga:  Banjir Semakin Parah, DPRD Samarinda: Gara-gara Tambang Ilegal

Bagi warga Samarinda yang merasa selama ini sampahnya tidak pernah diangkut oleh petugas DLH, dia memberikan penjelasan. Disebutkannya, retribusi yang dibebankan kepada warga Kota Tepian bukan hanya meliputi biaya pengangkutan sampah. Melainkan juga pengelolaan sampah yang selama ini dilakukan pihaknya.

“Kami kan mengangkut ke TPA, itu termasuk pengelolaan dan kebersihan. Termasuk juga penyapuan jalan,” sambung Yama.

Baca juga:  Komitmen Kurangi Sampah Plastik, DLH Samarinda Berhenti Gunakan Kemasan Sekali Pakai

Pada intinya, ditegaskan Yama subjek yang wajib membayar retribusi adalah pihak-pihak yang menghasilkan sampah.

Sedangkan selama ini, setiap indvidu yang hidup di Samarinda menghasilkan sampah dari konsumsi rumah tangga, maupun konsumsi pribadi mereka.

Acuan pemungutan retribusi sampah di Samarinda mengacu pada Perda Nomor 2 Tahun 2016 tentang Retribusi Jasa Umum.  Namun rencananya, DLH Samarinda hendak mengajukan revisi atas Perda tersebut agar besaran nominal yang berlaku disesuaikan dengan kategori bangunan.

[KA | NON | ADV DLH SAMARINDA]

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close