HeadlinePolitik

Penjaringan PKS Samarinda Diikuti 6 Calon, Mahar Rp10 Juta Diawal Disebut Tidak Benar

Kaltimtoday.co, Samarinda – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) resmi menutup penjaringan pendaftaran pada Sabtu (7/12/2019) sore ini. Setelah membuka waktu pengemabilan formulir pada 25 – 30 Novemvber kemarin. Dikatakan Ketua DPD PKS Samarinda Dimyati Mustofa, jika ada sembilan pelamar yang mencatatkan namanya. Ia adalah, Apri Gunawan, Ridwan Tassa, Aji Mirza Hakim, Meiliana, Andi Harun, Rusmadi Wongso, Erwin Izharuddin, M Barkati dan Ahmad Sukamto.

Sedangkan waktu pengembalian formulir, kata Dimyati, PKS Samarinda memberikan waktu dari tanggal 2 hingga 7 Desember, tepatnya Sabtu hari ini.

“Yang mengembalikan ada enam nama, ditambah satu dari internal kita Arief Kurniawan. Jadi totalnya ada tujuh yang telah kita dapatkan,” ucap Dimyati.

Tiga nama yang tidak mengembalikan ialah Apri Gunawan, Ridwan Tassa dan Aji Mirza Hakim. Kendati demikian, namun dari tujuh nama yang telah terkumpul ini, sudah melebihi harapan dari tujuan PKS sendiri.

“Sudah tutup hari ini. Dari tujuh ini nanti akan kita ambil empat yang terbaik. Sesuai target kita akn mengusung dua pasangan,” bebernya.

Meski Arief Kurniawan merupakan kader internal, namun posisinya tak serta merta akan membuatnya dengan mudah lolos. Pasalnya, ketujuh nama ini akan dilakukan penggodokan oleh Tim Pemenangan Pemilu Daerah (TPPD) PKS.

“Kita akan mencari yang terbaik,” tegasnya.

Lebih lanjut Dimyati mengatakan, jika proses penggodokan TPPD sendiri belum bisa ditentukan waktunya. Karena, bisa saja lambat, ataua bahkan lebih cepat dari perkiraan.

“Bentuk hasil, sudah berupa dua pasang calon. Kemudian diteruskan ke DPW dalam bentuk rekomendasi dan terakhir ke DPP,” imbuhnya.

Dalam kesempatan ini, Dimyati juga mengkonfirmasi jika sebelumnya tersiar kabar para pendaftar bursa Pilkada Samarinda, diminta melakukan pembayaran Rp10 juta saat hendak mengambil formulir. Dimyati menampik jika hal itu telah dilakukan partainya.

Pasalnya, ia menyebut jika hal itu hanya sebagai miss komunikasi atau kesalahpahaman belaka, yang tidak sepenuhnya tersampaikan oleh para tim bakal calon.

“Dari sembilan awal yang mendaftar itu nggak langsung bayar, karena mereka membayar itu pada pengembalian. Setahu saya ga ada (pembayaran) di depan. Hanya miss (komunikasi) di tim mereka, si calon,” pungkasnya.

[JRO | TOS]

Facebook Comments

Tags

Related Articles

Back to top button
Close