Daerah

Pertama Kalinya, Komoditas Rumput Laut Kaltim Tembus ke China

Defrico Alfan Saputra — Kaltim Today 04 April 2024 15:41
Pertama Kalinya, Komoditas Rumput Laut Kaltim Tembus ke China
Launching Ekspor Perdana CV Multi Sarana Jaya soal pengeksporan rumput laut ke Xiamen, China. (Defrico/Kaltimtoday.co)

Kaltimtoday.co, Samarinda - Komoditas rumput laut di Kalimantan Timur telah berhasil diekspor ke Xiamen, China. Komoditas tersebut berhasil dikembangkan oleh CV Multi Sarana Jaya, hingga tembus ke negeri tirai bambu tahun ini.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Sri Wahyuni menuturkan, pengeksporan rumput laut hingga menembus ke pasar luar negeri tentu tidak mudah.

Berbagai upaya pun dilakukan dalam menghadapi berbagai persyaratan dan standar kualitas yang ketat. Hingga memakan waktu sekitar empat tahun lamanya.

"Sebelumnya CV MSJ ekspor ke Korea tahun 2020, pencapaian tembus ke China tahun ini luar biasa menunjukkan potensi besar komoditas rumput laut dari Kaltim untuk masuk ke pasar ekspor," kata Sri Wahyuni pada Kamis (4/4/2024).

Ia juga menyoroti bahwa perairan di Kaltim sangat bagus dalam perkembangan budidaya rumput laut, di antaranya Kutim, Kukar, Berau, dan Bontang. 

"Komoditas rumput laut kita memiliki kualitas yang memadai untuk memasuki pasar ekspor. Dengan kandungan mineral yang baik dalam perairannya, rumput laut budidaya dari Kaltim memenuhi standar internasional," pungkasnya.

Kemudian, Sri Wahyuni menginginkan pencapaian CV Multi Sarana Jaya bisa menjadi inspirasi bagi para perusahaan lain agar bisa memperluas pasar ekspor Kaltim nantinya

"Semoga potensi ekspor komoditas ini dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi perekonomian daerah serta negara secara keseluruhan," bebernya.

Terpisah, Pemilik CV. Multi Sarana Jaya, Samuel Kurniawan Ang membeberkan, permintaan China mencapai 40 feet dalam sekali pemesanan.

"Permintaan China memesan rumput laut cukup besar setiap bulannya. Dalam satu kontainer kami mengisi 23,2 ton rumput laut kering," sebutnya.

Ia membeberkan, jika ada tantangan yang dihadapi ketika menjalani usaha ekspor ke luar negeri. Salah satunya menyanggupi kebutuhan pasar luar negeri.

"Permintaan mereka ada terus, tergantung kouta kami ada apa gak, sanggup apa gak memenuhi kebutuhan mereka," tutupnya.

[RWT]



Berita Lainnya