Opini

Pidato Pertama AGM

Kaltim Today
03 September 2026 15:18
Pidato Pertama AGM
AGM menyampaikan pidato pertama di kediamannya di kompleks perumahan Balikpapan Regency, Senin (31/8).

Catatan Rizal Effendi

KELUAR dari Lapas mendapat sambutan meriah. Itu yang kita saksikan ketika mantan Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Abdul Gafur Mas’ud (AGM) keluar dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Balikpapan, Senin (31/8) sore.

Cukup lama AGM menjalani hukuman. Soalnya dia dijatuhi vonis hukuman penjara dalam dua perkara korupsi berbeda. Dalam kasus suap proyek dan perizinan (2022), dia divonis  5 tahun 6 bulan penjara serta denda Rp300 juta subsider 4 bulan kurungan. Ia juga diwajibkan membayar uang pengganti dan pencabukan hak politik selama 3 tahun.

Selain itu ada kasus korupsi penyertaan modal Perumda PPU (2024). Dalam perkara ini dia divonis tambahan 6 tahun penjara dan denda Rp300 juta subsider 3 bulan serta kewajiban membayar uang pengganti.
Informasi terakhir menyebutkan AGM bebas bersyarat setelah melunasi uang denda dan uang pengganti sebesar Rp12,5 miliar. Ia masih berada dalam pengawasan Balai Pemasyarakatan (Balpas) dan Kejaksaan serta wajib lapor hingga tahun 2030.

Suasana penyambutan yang meriah seperti AGM  juga terjadi pada saat mantan Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Rita Widyasari pulang ke Tenggarong setelah selesai menjalani masa hukuman penjara hampir 10 tahun di Lapas Perempuan Pondok Bambu, Jakarta Timur, Jumat (12/6) , 3 bulan lalu.

Kedua kepala daerah ini memang punya banyak pendukung. Sama-sama terkenal dan kaya. Dan sama-sama tersandung operasi KPK. Lalu dihukum serta kehilangan jabatan bupati yang sangat mereka banggakan.
AGM meninggalkan Lapas sekitar pukul 14.00. Dia lebih dulu menemui Kepala Lapas Andri Lesmano dan mendapatkan penjelasan tentang kewajibannya. 

Begitu keluar dari pintu Lapas, AGM langsung ikut membonceng sepeda motor  yang dikemudikan petugas Lapas. Para penyambut terutama ibu-ibu sempat mengejarnya. Saya tidak tahu diantar sampai ke mana. Sebab di video lain, AGM sudah naik motor sendiri dan malah membonceng Ketua KNPI Kaltim, Andre  Afrizal yang ikut menyambutnya.

Ratusan motor dan para ojol mengiringinnya dengan membawa bendera AGM. Malah ada spanduk panjang yang dibentangkan. Di situ tertulis: “Welcome Back KING!.” Di situ ada foto AGM.

Andre terlihat mengenakan jaket KNPI biru sambil membawa membawa bendera AGM. Dia memang dikenal sebagai tim influencer utama dari Bani Mas’ud, di mana AGM adalah adik bungsu dari Gubernur Rudy Mas’ud, Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud dan Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud.

Dari video yang beredar di Instagram itu, tak terlihat sang kakak secara khusus melakukan penyambutan. Tapi AGM tampak diiringi ratusan motor terutama dari para ojol yang mengenakan jaket hijau.

Sampai di rumahnya yang besar di kluster Mediterania, Balikpapan Regency, diadakan acara doa, makan dan hiburan. Ratusan warga dan pendukungnya mengelilingi fasilitas kolam renang di rumah AGM. Lalu AGM diberikan kesempatan memberikan pidato atau sambutan. Itu pidato pertama dia setelah menghidup udara bebas.

Wajah AGM tampak ceria. Tak ada perubahan yang mencolok dari fisiknya. Hanya saja rambutnya cukup panjang. Mungkin sampai ke bahu. Ketika keluar, rambutnya sengaja diikat ke belakang. Dia mengenakan kopiah hitam dan jaket training berwarna putih berles merah.

AGAK SEDIH SEDIKIT

Pidato pertama AGM cukup menarik. Ada menyinggung perannya di Ibu Kota Nusantara (IKN). Juga ada momen dia sempat terhenti bicara. “Mohon maaf agak sedih sedikit,” katanya agak terbata.
Dalam suasana itu, para pendukungnya terus berteriak. “Hidup AGM!, Hidup Ketua!, Gaspol,” kata mereka bersahutan.

Di awal sambutannya dia juga sempat bercanda. “Satu lagu atau dua lagu ini. Baik terima kasih, mohon perhatian ini ujian, mohon perhatian,” katanya memegang mik. Lalu dia mengatakan, kota Balikpapan hari ini mungkin agak terganggu, mungkin yang pesan online terganggu, karena bapak-bapak hadir di sini semua.
Berikut isi lengkap sambutan AGM:

Assalamu’alikum warahmatullahi wabarkatuh. Alhamdulillah. Salom, Salam Sejahtera untuk kita semua, Om Swastiastu, Namo Budaya, Salam Kebajikan.

Saudara-saudara selamat sore. Aku pergi dengan beban, aku pulang dengan pelajaran. Dan pelajaran itu sederhana, saudara-saudaraku. Seorang manusia diukur bukan dari ketinggian yang pernah dicapainya, melainkan dari kedalaman yang ia temukan ketika dia jatuh.

Lihatlah Indonesia hari ini. Pertumbuhan ekonomi kita masih  di atas 5 persen, inflasi Alhamdulilah terkendali, tapi di luar sana ada yang berdemo, ada yang kecewa, ada yang masih merasa belum cukup, ada yang lapar, ada yang mencari kerja dan ada yang masih merasakan ketidakadilan.

Di tengah itu semua, berdiri Ibu Kota Nusantara di Penjaman Paser Utara, di tanah Kalimantan yang dulu hanya dikenal sebagai pinggiran kini menjadi pusat harapan baru bagi bangsa kita.

Abdul Gafur Mas’ud salah satu pejuang yang gigih memperjuangkan agar Penajam Paser Utara terpilih menjadi lokasi Ibu Kota Nusantara. Kita telah menanam benih itu. Sekarang benih itu tumbuh, sekarang bangunan-bangunan yudikatif dan legislatif sedang didirikan. Sekarang targetnya jelas, tahun 2028 Nusantara siap menjadi ibu kota politik.

Saudara-saudariku. Bung Karno pernah membebaskan Indonesia dari belenggu penjajahan. Beliau berjuang, beliau berkorban. Beliau mengorbankan segalanya, demi satu tanah air yang merdeka. Dan  hari ini di tanah yang sama di Kalimantan yang sama kita sedang membebaskan diri dari belenggu yang lain, belenggu ketidakadilan, belenggu kesenjangan, belenggu yang membuat rakyat kecil tetap kecil.

Dengarkan saudara-saudaraku, Istana Negara sudah siap, istana presiden dan wakil presiden sudah siap di Nusantara, di Penajam Paser Utara. Di tanah Kalimantan ini, bukan sekadar bangunan saudara-saudara. Ini adalah lambang bahwa pusat kekuasaan bangsa ini kini berpijak di tanah Kalimantan.

Aku di sini tidak akan membela diri di hadapan kalian, siapa yang benar, siapa yang salah, biarlah sejarah yang berbicara. Yang aku tahu sore ini adalah satu hal bahwa kalian tetap di sini, dan itu lebih berarti dari seribu penjelasan.

Kalimantan tanah airku, tanah yang melahirkan aku, tanah yang menanti aku, bukan untuk menonjol melainkan untuk menyatu, bukan untuk diingat melainkan untuk berguna.

Saudara-saudaraku, marilah kita bangun kembali bukan dari nol, tapi dari hati yang lebih murni, di tangan yang lebih terbuka dan langkah yang lebih mantap. Indonesia menunggu,  Kalimantan menunggu dan aku yakin kalian semua siap Kalimantan menjadi Ibu Kota Nusantara.

Terima kasih. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarkatuh.

Hidup AGM…Hidup AGM….hidup AGM. Ditutup oleh teriakan ratusan ojol.

Apakah dengan kebebasan bersyarat ini, sudah habis semua perkara AGM? Kabarnya sudah tidak ada lagi. Tidak seperti Rita. Masih ada pengembangan kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Sampai saat ini KPK sudah memanggil sejumlah saksi, termasuk di antaranya Bupati PPU  Mudyat Noor.(*) 


*) Opini penulis ini merupakan tanggung jawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi kaltimtoday.co



Berita Lainnya