Daerah

Pimpin Upacara Hantaru 2023, Isran Noor Pastikan Tak Ada Mafia Tanah di Kaltim

Defrico Alfan Saputra — Kaltim Today 25 September 2023 15:47
Pimpin Upacara Hantaru 2023, Isran Noor Pastikan Tak Ada Mafia Tanah di Kaltim
Isran Noor Upacara Peringatan Hari Agraria dan Tata Ruang Nasional (Hantaru) 2023 di Kantor Wilayah ATR/BPN Kaltim. (Defrico/Kaltimtoday.co)

Kaltimtoday.co, Samarinda - Gubernur Kalimantan Timur, Isran Noor memimpin Upacara Peringatan Hari Agraria dan Tata Ruang Nasional (Hantaru) 2023 di Halaman Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kaltim, Senin (25/9/2023).

Mengusung tema "Kinerja dan Kolaborasi untuk Indonesia Maju", upacara tersebut dihadiri oleh sejumlah jajaran pegawai ATR/BPN, OPD terkait, serta pejabat lainnya yang ikut memeriahkan Hantaru 2023.

Mewakili pidato dari Menteri ATR/BPN, Isran Noor mengatakan bahwa keberhasilan program yang dijalankan oleh BPN selama ini, tentu berkat dukungan dan kolaborasi antar pihak yang terlibat sampai saat ini.

"Kita tidak bisa bergerak sendiri. Sinergi dan kolaborasi, menjadi poin penting untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat," ungkap Isran pada Senin (25/9/2023).

Tercatat, progres pembagian sertifikat Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), di Kalimantan Timur (Kaltim) sudah berjalan sekitar 75%. Oleh sebab itu, Kementerian ATR/BPN terus mendorong pembagian PTSL secara menyeluruh di Kaltim sampai dengan tahun 2024.

"Kementrian ATR/BPN telah mendaftarkan sebanyak 107,1 juta bidang tanah, dari target 126 juta bidang tanah," ungkapnya.

Selain itu, dengan adanya program PTSL, diharapkan mampu membantu masyarakat dengan pembebasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).

"Pihaknya juga mendorong pemerintah daerah, untuk pembebasan BPHTB. Sehingga, masyarakat mendapatkan kemudahan untuk mendaftarkan tanahnya," tuturnya.

Kemudian, pihaknya juga berkomitmen dalam pendaftaran tanah waqaf dan rumah ibadah, seperti gereja, masjid, pura, dan lain-lain. Sehingga, tidak adanya diskriminasi dan serta menyejahterakan umat beragama dalam menjalankan peribadatannya masing-masing.

Terkait progres pengadaan tanah untuk pembangunan IKN, Kementerian ATR/BPN telah menyelesaikan tujuh paket pengadaan tanah dari 12 paket pengadaan tanah yang harus diselesaikan.

"Lima paket pengadaan tanah masih dalam proses. Untuk itu, mari kita berdoa agar diberikan kelancaran untuk pembangunan IKN di Kaltim ini," imbuhnya.

Isran Noor Sebut Kalimantan Timur Bebas dari Mafia Tanah

Saat prosesi upacara tengah berlangsung, Isran Noor juga menegaskan bahwa Kaltim kini masih bebas dari Mafia Tanah. 

"Kaltim bebas dari praktik mafia tanah," kata Isran Noor saat menyampaikan pidatonya dalam Upacara Peringatan Hari Agraria dan Tata Ruang Nasional (Hantaru) 2023.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kaltim, Asnaedi juga sependapat dengan Isran Noor. Dikemukakannya, belum ada bukti yang valid terkait keberadaan mafia tanah di Kalimantan Timur.

"Tanah di Kalimantan Timur masih banyak, untuk saat ini belum ada indikasi mafia tanah di sini," tutur Asnaedi.

Menurut Asnaedi, umumnya di Kaltim hanya terjadi permasalahan antara perusahaan dan masyarakat saja. Pada dasarnya, konflik tersebut berkaitan dengan klaim atas lahan yang bisa melibatkan negosiasi berulang.

"Misal, perusahaan sudah bayar ke pihak lain, namun masyarakat klaim bahwa itu haknya mereka. Jadi banyak negosiasi berulang di sana," tutup Asnaedi.

[RWT]



Berita Lainnya