Bontang
Pola Pelatihan Ketenagakerjaan Bontang Diubah, Harap Peserta Mampu Buka Lapangan Kerja
Kaltimtoday.co, Bontang – Pelatihan ketenagakerjaan yang dialokasikan Rp2 miliar di 2023, akan berbeda dengan pelatihan yang digelar di tahun-tahun sebelumnya. Pelatihan kedepan, akan cenderung di bidang tenaga kerja mandiri.
Dikatakan Kabid Pelatihan Produktivitas dan Penempatan Tenaga Kerja Disnaker Bontang, Usman bahwa semua harus mengubah mindset atau pola pikir. Dimana bukan sekedar menggelar pelatihan agar peserta bisa mencari kerja.
“Bukan itu, tapi sekarang kami harus berusaha bagaimana pencari kerja menjadi pemberi kerja,” kata Usman.
Menurutnya, jika para peserta pelatihan diciptakan bisa menjadi pengusaha, akhirnya nanti peserta pelatihan tersebut yang mencari tenaga kerja, bukan dia yang mencari kerja.
Pelatihan bisa disesuaikan dengan program Pemerintah Kota Bontang. Salah satunya pelatihan membuat sepatu dan tas sekolah.
“Kami Disnaker se-Indonesia pernah dikumpulkan soal pelatihan ini dan rata-rata mereka kesulitan di pemasaran. Sementara Bontang, Alhamdulillah kami dorong pelatihan sepatu, pelatihan tas, dan menjahit, dan pemerintah siap membeli,” ungkapnya.
Sementara di Bontang, kata Usman, setiap tahun butuh sepatu dan tas sekolah sebanyak 3 ribuan. Permintaan terus akan terus membengkak, karena pertumbuhan penduduk.
Namun demikian, pelatihan produktivitas pencari kerja juga akan tetap dilaksanakan, karena tak mungkin semua akan jadi pengusaha.
“Tapi kami utamakan pelatihan kemandirian, dan bagaimana pencari kerja ini diciptakan SDM-nya agar bisa bersaing dengan tenaga luar. Karena Perda 10 tak bisa berbuat apapun tanpa SDM yang digenjot,” ujarnya.
Jadi pelatihan K3 Umum, pelatihan administrasi, dan lainnya tetap ada.
“Kami ikuti pasar kerja,” pungkasnya.
[RIR | NON | ADV DISKOMINFO BONTANG]
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kaltimtoday.co. Mari bergabung di Grup Telegram "Kaltimtoday.co", caranya klik link https://t.me/kaltimtodaydotco, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Related Posts
- Targetkan Stunting Turun Jadi 12,5 Persen, Pemkot Bontang Optimalkan Peran Kader Posyandu
- Tekan Stunting, Wawali Agus Akan Datangi Warga yang Tak Hadir Operasi Timbang Serentak
- Cegah Banjir, Panbers Bersihkan Drainase dan Sungai di Sejumlah Titik Kota
- Lukman Apresiasi Program Smartani Goes to School, Dorong Sekolah Cetak Generasi Peduli Ketahanan Pangan
- Persetujuan Pemanfaatan Ruang Tiga Perusahaan Dibahas, DPUPR Bontang Tekankan Kesesuaian dengan Regulasi









