Daerah
SD di Tenggarong Kurang Fasilitas Belajar, Puluhan Siswa Diminta Bawa Meja Sendiri dan Duduk Melantai
Kaltimtoday.co, Tenggarong - Kebijakan salah satu SD di Kecamatan Tenggarong yang meminta murid kelas 2 membawa meja belajar sendiri menuai keluhan dari para orang tua. Pasalnya, ruangan kelas yang digunakan saat ini belum dilengkapi dengan meja dan kursi, sehingga siswa terpaksa duduk melantai atau membawa meja lipat dari rumah.
Salah satu wali murid yang enggan disebutkan namanya menuturkan, sebelumnya kegiatan belajar mengajar sempat dilakukan di aula. Kemudian pindah ke ruang kelas, yang tidak ada perabotan belajar. Anak-anak pun duduk langsung di lantai berkeramik, sebagian membawa meja sendiri, dan sebagian lainnya menulis beralaskan lantai.
“Bawa-bawa itu artinya kan yang ada nanti terjadi pungutan, mengeluarkan biaya untuk beli kursi, beli meja gitu. Kalau memang mau dibikin pagi, ya harusnya pihak sekolah siapkan, supaya enggak disuruh melantai bawa-bawa meja kursi,” ucapnya kepada Kaltimtoday.co, Selasa (22/7/2025).
Ia menilai, jika pihak sekolah memang berniat memindahkan jam belajar ke pagi hari, semestinya fasilitas dasar sudah disiapkan lebih dulu. Dengan kondisi saat ini, sekitar puluhan siswa kelas 2 di sekolah tersebut diminta membawa perlengkapan belajar masing-masing.
“Harusnya kalau memang belum siap, jangan dipaksakan masuk pagi. Mending gantian saja dengan kelas lain. Ini kan seperti darurat, anak-anak malah jadi melantai,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menyebut bahwa kebijakan membawa meja hanya disampaikan melalui grup percakapan kelas, tanpa ada kesepakatan bersama antara pihak sekolah dan komite.
“Kalau masing-masing begitu, enggak ada keseragaman. Ada yang bisa beli meja, ada yang tidak. Kasihan anak-anak. Ini harusnya jadi perhatian serius,” tegasnya.
Ia berharap, persoalan ini bisa segera mendapat tanggapan dari Dinas Pendidikan. Menurutnya, jika pengadaan meja dan kursi sudah diusulkan sejak sebelumnya, seharusnya fasilitas itu sudah tersedia begitu tahun ajaran baru dimulai.
“Kalau memang pihak sekolah sudah mengusulkan dan tidak direspons dinas, berarti ada apa gitu. Belajar itu perlu kenyamanan, dan itu dimulai dari fasilitas dasarnya,” tutupnya.
[RWT]
Related Posts
- Karhutla Mengancam, Pemkab Berau Ajukan Rekayasa Cuaca dan Water Bombing
- Masuk Karisma Event Nusantara, Pesta Adat Erau Kukar Digelar 20-27 September 2026
- Gandeng Industri di Kutai Barat, Trakindo Kenalkan Solusi Alat Berat Digital Lewat Trakindo Fest 2026
- DPRD Samarinda Soroti Kesiapan Sistem Sebelum Parkir Berlangganan Diterapkan
- El Nino Berpotensi Sampai Oktober, Gubernur Rudy Mas'ud Instruksikan Bupati/Wali Kota Gerak Cepat Siaga Bencana Karhutla









