BalikpapanKaltim

Sukses, Arah Institute Kupas Sejarah Perjuangan di Balikpapan

Kaltimtoday.co, Balikpapan – Sejarah mungkin tema yang membosankan bagi sebagian pemuda. Namun tidak dengan sekelompok pemuda Balikpapan yang tergabung dalam Analisa Sejarah (ARAH) Institute. Dibungkus dengan event kekinian, pemuda Balikpapan ini mengupas sejarah perjuangan di Kota Balikpapan yang terangkum dalam buku “Balikpapan 13 November 1945”.

Yang lebih menarik, penulis buku “Balikpapan 13 November 1945” Herry Trunajaya BS juga hadir sebagai salah satu narasumber bersama Veteran Balikpapan PJD Koesman dan pengamat sejarah Drg Syukri Wahid yang juga sebagai anggota DPRD Kota Balikpapan di Cafe Gedung Biru Kaltim Post, Sabtu malam (27/7).

Hadirnya penggiat sejarah di Kota Balikpapan, baik itu sejarah perjuangan, penggiat cagar budaya dan yang lainnya, menurut Syukri, sangat patut mendapat apresiasi. Warga Balikpapan pun boleh bangga dengan keberadaan penggiat-penggiat sejarah yang semakin langka di era modern ini.

“Acara yang dilakukan ARAH Institute seperti ini merupakan acara yang sangat inspiratif, apalagi mengupas tentang sejarah Kota Balikpapan, terutama menggali pendekatan dengan nilai-nilai sejarah,” ujar politisi PKS itu.

Syukri juga mendorong ARAH Institute dengan gagasannya saat ini bisa terintegrasi dalam konsep pembangunan kota. Kedepan, pemerintah akan mencoba memberikan bantuan khusus bagi penggiat-penggiat sejarah, seperti bantuan dana hibah, sebab dirinya melihat saat ini pemerintah yang lebih berkepentingan.

“Makanya perlu dibantu dari segi anggaran, karena saat ini mereka semua bekerja dengan anggaran mereka sendiri, jadi selama komunitas ataupun penggiat sejarah ini memiliki badan hukum (legalitas) yang jelas, kedepan tentunya pemerintah akan siap membantu dari segi anggaran,” tegas Syukri Wahid yang akan dilantik kembali untuk 5 tahun kedepan bersama 44 anggota dewan terpilih periode 2019-2024.

Founder ARAH Institute, Sulthan

Sementara itu, Founder ARAH institute Sulthan Nur Hidayatullah mengatakan, komunitas ini dibangun dalam rangka mengkolaborasikan rasa kritis terkait masa depan bangsa melalui analisa sejarah.Gerakan ini diinisiasi beberapa element alumni pergerakan mahasiswa.

“Bentuk ARAH dibangun dengan mengkaji 4 jenis isu fokusan sejarah yakni sejarah nasionalis, sejarah islam, sejarah sosialilis dan sejarah etnik,” ungkap Sulthan.

Selaku Ketua ARAH Institute Andi Muhammad merasa bangga dengan adanya komunitas (wadah) dari anak-anak muda saat ini yang ingin menggali sejarah. Dia berharap ARAH Institute dapat mengedukasi para pemuda khususnya pemuda Kota Balikpapan yang ingin bersama-sama mengetahui sejarah Balikpapan, tidak cuma mengenai sejarah Balikpapan saja akan tetapi menggali sejarah-sejarah lainnya.

“Alhamdulillah, kegiatan malam ini berjalan dengan lancar dan kegiatan hari ini diharapkan tidak hari ini saja, kedepan ARAH Institute akan mengupas sejarah-sejarah lain,” kata Andi Akbar.  (Pas/Adv)

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close