Nasional

Terpapar Asap Karhutla di Ketapang, Orang Utan Sempurna Mati Akibat Kerusakan Paru-Paru

Network — Kaltim Today 04 September 2026 13:22
Terpapar Asap Karhutla di Ketapang, Orang Utan Sempurna Mati Akibat Kerusakan Paru-Paru
Orang utan kalimantan bernama Sempurna saat mendapatkan pertolongan darurat berupa terapi oksigen dari tim medis gabungan BKSDA Kalbar dan Yayasan IAR Indonesia di Ketapang, Kalimantan Barat. (Beritasatu.com)

Kaltimtoday.co - Orang utan kalimantan (Pongo pygmaeus) bernama Sempurna yang sebelumnya dievakuasi dalam kondisi kritis di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, dinyatakan mati. Hasil nekropsi forensik veteriner mengonfirmasi adanya kerusakan patologis berat pada organ pernapasan satwa dilindungi tersebut yang terindikasi kuat akibat paparan pekatnya kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat, Murlan Dameria Pane, menyampaikan bahwa pemeriksaan bedah bangkai yang dilakukan tim medis Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (IARI) mendapati paru-paru Sempurna mengalami kongesti parah serta atelektasis parsial.

Kondisi penumpukan darah pada jaringan dan kegagalan kantung paru mengembang optimal tersebut memicu terjadinya hipoksia akut atau defisit pasokan oksigen ke seluruh organ tubuh.

"Dari hasil nekropsi yang dilakukan pada orang utan tersebut, tim medis dari IARI menemukan perubahan patologis signifikan pada sejumlah organ vital, terutama paru-paru yang mengalami kongesti dan atelektasis parsial," terang Murlan, Jumat (4/9/2026).

Sempurna pertama kali ditemukan warga tergeletak tak berdaya di kawasan perkebunan kelapa sawit di Dusun Sempurna, Desa Kuala Satong, Kecamatan Matan Hilir Utara, Minggu (30/8/2026) pagi. Saat tim gabungan BKSDA Kalbar dan Yayasan IARI tiba di lokasi, satwa jantan tersebut sudah tidak mampu menopang tubuhnya, pergerakannya sangat terbatas, serta mengalami sesak napas berat.

Petugas di lapangan sempat memberikan tindakan medis darurat berupa suplementasi oksigen serta pemasangan cairan infus sebelum membawa satwa tersebut menuju Pusat Rehabilitasi IARI. Kendati tim dokter hewan berupaya melakukan tindakan resusitasi jantung dan paru (RJP), kondisi biologis Sempurna terus mengalami degradasi hingga akhirnya mengembuskan napas terakhir pada pukul 15.20 WIB di hari yang sama.

Murlan menyampaikan apresiasi tinggi atas kepedulian warga yang segera melapor ke posko darurat sehingga satwa tersebut sempat memperoleh intervensi medis. Pihaknya mengimbau masyarakat untuk tidak mengevakuasi satwa liar secara mandiri apabila menjumpai kejadian serupa di habitat yang terkepung asap karhutla, melainkan langsung menghubungi layanan aduan resmi call center BKSDA Kalbar di nomor 0811-5776-767 atau narahubung wilayah Ketapang di nomor 0811-5670-041.

[RWT] 



Berita Lainnya