Gaya Hidup

Waspada! Ini Bahaya Anak Sering Minum Soft Drink, Dokter Imbau Perbanyak Air Mineral

Diah Putri — Kaltim Today 26 Juli 2024 10:02
Waspada! Ini Bahaya Anak Sering Minum Soft Drink, Dokter Imbau Perbanyak Air Mineral
Bahaya Sering Minum Soft Drink Pada Anak. (Freepik)

Kaltimtoday.co - Minuman manis sering kali menjadi favorit anak-anak. Namun, orang tua harus berhati-hati dalam memberikan minuman kemasan manis, terutama soft drink. Piprim Basarah Yanuarso selaku Dokter spesialis anak, mengimbau orang tua untuk mengurangi konsumsi minuman tersebut kepada anak.

Risiko Konsumsi Minuman Manis 

Dilansir Suara, minuman berpemanis dapat merusak fungsi ginjal anak dalam jangka panjang. Ia menyebutkan, hindari mengonsumsi minuman manis, baik gulan atau pemanis seperti sirup jagung yang mengandung fruktosa.

Menurutnya, pemanis ini banyak ditemukan pada soft drink yang dijual di minimarket. Konsumsi yang terus-menerus bisa berbahaya bagi ginjal anak.

Pentingnya Air Mineral

Dokter Pipris mengimbau anak-anak dibiasakan untuk mengonsumsi air mineral yang cukup sesuai kebutuhan. Takaran konsumsi air mineral bisa sama seperti orang dewasa, tergantung berat badan anak.

Jika anak dengan berat 20 kg, minimal 1,5 liter per hari. Makin banyak minum air putih, maka akan semakin baik. Dilansir Jurnal PKM “Edukasi Manfaat Air Mineral Pada Tubuh Bagi Anak Sekolah Dasar Secara Online” (2021) berikut adalah manfaat minum air mineral bagi tubuh, di antaranya:

  • Penstabil suhu tubuh
  • Bantu membersihkan sistem tubuh dari racun dan limbah melalui pembuangan urin
  • Mengatur metabolisme tubuh
  • Peluma atau pengisi ruang antar sendi
  • Mengencerkan darah
  • Melambabkan kulit dan rambut
  • Bantu proses pencernaan
  • Mencegah sembelit
  • Meningkatkan sistem kekebalan tubuh

Hindari Makanan Tinggi Garam

Selain minuman, anak juga perlu dihindarkan dari makanan yang tinggi garam, yang biasanya mudah ditemukan pada jajanan kemasan. Orang tua harus memantau jumlah makanan dan minuman yang dikonsumsi anak agar tidak menjadi obesitas.

Dampak Obesitas pada Anak

Dokter Piprim menyebutkan obesitas pada anak harus segera diatasi karena bisa menjadi biang keladi dari penyakit degeneratif lainnya seperti diabetes, hipertensi, dan resistensi insulin. 

Dilansir Kemkes RI, obesitas pada anak menimbulkan gangguan perkembang psikososial dalam jangka panjang maupun jangka pendek, seperti penuruan kepercayaan diri, gangguan makan, dan kualitas hidup lebih rendah. Gangguan kesehatan lainnya seperti:

  • Naiknya tingkat keparahan asma dan penyakit pernapasan lainnya
  • Kebugaran anak lebih rendah
  • Diskriminasi sosial, seperti perundungan (bullying), viktimisasi, dan pengucilan yang membuat harga diri rendah serta berpengaruh terhadap kualitas hidup.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kaltimtoday.co. Mari bergabung di Grup Telegram "Kaltimtoday.co News Update", caranya klik link https://t.me/kaltimtodaydotco , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. 



Berita Lainnya