Samarinda

8 Fakta Kecelakaan Maut di Gunung Manggah

Pada Kamis (30/1/2010), Samarinda dihebohkan dengan kecelakaan di jalur maut Jalan Otto Iskandardinata (Otista), Kelurahan Sidodamai Samarinda Ilir, tepatnya di jalur menurun Gunung Manggah. Pasalnya kecelakaan tersebut telah menewaskan empat pengendara yang melintas. Tiga orang pengendara tewas di tempat sedangkan satu orang sempat dilarikan ke RSUD Abdul Wahab Sjahranie sebelum menghembuskan nafas terakhir.

Penyeledikan pun dilakukan, hingga tuntutan tegas masyarakat di kursi DPRD Samarinda. Berikut kami rangkum 8 fakta kecelakaan maut di Gunung Manggah:

1. Kecelakaan disebabkan oleh truk “rem blong”
Polda Kaltim saat ini tengah melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan tersebut. Namun, dari pemeriksaan sementara truk kuning berplat KT 1376 LN yang membawa pasir basah tersebut melebihi kapasitas sehingga kendaraan mengalami rem blong.

Dari hasil observasi lapangan, diduga pengendara terseret sejauh 20 meter. Selanjutnya akan dilakukan penyelidikan terkait ke Dinas PUPR dan Dishub untuk mengetahui tentang kelayakan jalan dan kelayakan kendaraan untuk melintasi jalur tersebut.

2. Detik-detik kecelakaan terekam kamera pengawas
Detik-detik kecelakaan yang terjadi sekitar 14.55 WITA tersebut sempat terekam oleh kamera pengawas sebuah gerai ponsel. Diketahui truk yang dikendarai oleh R (59) melaju kencang saat di jalur menurun dari arah Sambutan ke arah Pasar Sungai Dama sebelum akhirnya menabrak sepeda motor yang menyebabkan pengendaranya terlempar jauh. Dalam rekaman tersebut, diduga korban masih hidup.

3. Gunung Manggah Rawan Kecelakaan
Selain kemacetan, kecelakaan maut di Gunung Manggah sudah kesekian kalinya terjadi. Tak sedikit pengendara yang menjadi korban saat mencoba menanjak atau menuruni gunung itu. Kondisi jalan yang terlalu miring juga lampu jalan yang minim saat gelap membuat jalan Otto Iskandardinata masuk data rawan laka dan rawan macet yang pernah dirilis Polresta Samarinda.

4. Tiga Orang Saksi Akan Diperiksa
Setelah melakukan olah TKP pada Kamis (30/1/2020) pukul 23.30 Wita, polisi melakukan pemeriksaan terhadap tiga orang saksi, dimana pada saat kejadian saksi-saksi tersebut tidak jauh dari titik awal kecelakaan. Walau dalam keadaan syok, pengendara truk sudah diamankan polisi untuk pemeriksaan lebih lanjut.

5. Salah Satu Korban Adalah Musisi Jalanan
Peristiwa di Gunung Manggah ini merenggut 4 nyawa pengendara yang diseruduk oleh truk yang dikemudikan oleh R (59). Salah satu korban Desti (16) diketahui memiliki bakat menyanyi dan seorang penyanyi jalanan.

Biasa mengamen di GOR Sempaja, pada kamis (31/1/2020) tepat kecelakaan maut tersebut terjadi, Desti sempat meminta izin kepada keluarga akan menyumbangkan lagu di pasar malam Jalan Tongkol, Samarinda dan akan mengikuti audisi dangdut di Jakarta.

6. Keluarga Korban Terima Santunan 50j juta
Keluarga dari korban yang meninggal akibat tabrakan maut itu menerima santunan masing-masing Rp 50 juta dari PT Jasa Raharja Persero.

Santunan untuk keluarga Awaluddin (40) diserahkan, Kamis (30/1/2020) malam. Sementara tiga korban lainnya, Tri Ningsih (43), Eklesia Gabriel (12), dan Dessy Nur (14) diserahkan Jumat (31/1/2020) pagi.

7. Truk Yang Melintas Akan Dibatasi
Agar kejadian serupa tak kembali terulang,aturan atau pembatasan lalu lintas kendaraan roda enam atau lebih akan mulai diberlakukan.

Disampaikan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Samarinda Ismansyah, kendaraan besar tidak lagi boleh melintas dari pukul 05.00-22.00 Wita. Apabila ada yang membandel, pihak Dishub akan menggiring pelanggaran para sopir truk kepada sanksi tilang.

8. Akan Ada Pemeriksaan Dari KNKT
Kabarnya Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) akan turun menyelidiki kecelakaan maut truk pasir yang menewaskan 4 orang di Gunung Manggah Jalan Otto Iskandardinata. Dijadwalkan, KNKT tiba di Samarinda pekan depan.

Hal ini dibenarkan oleh Ketua DPRD Samarinda Siswadi, dan diamini oleh Hari dari Dinas Perhubungan saat hearing dengan Forum Pemerhati Keselamatan Jalan Raya dari masyarakat korban kecelakaan di Jalan Otto Iskandardinata, setelah masyarakat beserta keluarga korban menyambangi DPRD Samarinda, Selasa (4/2/2020).

[NON | RWT]

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close