Daerah
Akademisi Unmul Sebut Faktor Manusia Paling Dominan Pemicu Karhutla di Kaltim
SAMARINDA, Kaltimtoday.co - Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali marak dan menyita perhatian publik. Kombinasi faktor kemarau panjang hingga ulah oknum yang membakar lahan menjadi persoalan serius bagi masyarakat yang terdampak.
Dosen Fakultas Kehutanan dan Lingkungan Tropis Universitas Mulawarman (Unmul), Chandra Boer, menilai tindakan manusia yang membakar lahan secara brutal merupakan faktor paling dominan dari bencana ini.
"Faktornya dominan itu karena oknum yang sengaja membakar untuk pembukaan lahan, kemudian api tidak terkendali," ujar Chandra pada Selasa (25/8/2026).
Selain kesengajaan membakar, unsur kelalaian seperti buangan puntung rokok dan aktivitas manusia lainnya juga dapat menjadi pemicu yang berdampak fatal. Menurutnya, kondisi panas dan kering saja tidak serta-merta membuat hutan terbakar tanpa adanya sumber api pemicu.
Chandra mengakui bahwa kondisi iklim ekstrem dapat memperbesar risiko kebakaran. Kemarau panjang menyebabkan vegetasi kehilangan kadar air sehingga berubah menjadi bahan bakar yang sangat mudah terbakar.
Kondisi tersebut dinilai semakin berbahaya karena sebagian kawasan hutan di Kalimantan telah mengalami kerusakan dan degradasi selama puluhan tahun.
Ia membandingkan kondisi saat ini dengan peristiwa El Nino pada rentang 1982-1983. Pada masa itu, musim kering berlangsung sangat panjang hingga hampir 10 bulan tanpa hujan di sejumlah wilayah Kalimantan.
"Meski kemarau saat ini memang belum separah kondisi pada beberapa tahun lalu, tetapi tetap perlu diantisipasi karena kekeringan selama dua hingga tiga bulan sudah cukup membuat vegetasi rentan terbakar," tambah Chandra.
Ia menegaskan bahwa langkah pencegahan dan pengawasan harus dilakukan secara intensif sebelum memasuki puncak musim kemarau. Setiap pengelola kawasan hutan diwajibkan memiliki tanggung jawab yang jelas, termasuk penyediaan peralatan dan pasukan pemadam kebakaran independen.
“Kalau sudah terjadi kebakaran biasanya memang tidak mungkin dipadamkan. Walaupun peralatannya canggih, di mana-mana kalau ada kebakaran besar itu hanya bisa diisolasi, diperkecil, jangan sampai terus membesar,” kata Chandra.
[TOS]
Related Posts
- Redam Dampak Karhutla, Bupati Berau Tinjau Kesiapan Pesawat Modifikasi Cuaca
- Karhutla Kaltim Masih Status Siaga Bencana, Pemprov Siapkan BTT Jika Kondisi Memburuk
- Modifikasi Cuaca Digelar 5 Hari di Berau, BNPB Siapkan Pesawat dan 10 Ton Bahan Semai untuk Buat Hujan Buatan
- Karhutla di Kaltim Meluas hingga 752 Hektare, Berau dan Paser Ajukan Tanggap Darurat
- Ekonom Ingatkan Bahaya Karhutla di Tengah El Nino: Picu Beban Kesehatan hingga Inflasi Pangan









