Nasional

Aksi Adu Banteng Tak Terelakan! Berikut 5 Fakta Kecelakaan Maut Antara KA Bandung Raya dengan KA Turangga

Diah Putri — Kaltim Today 05 Januari 2024 12:34
Aksi Adu Banteng Tak Terelakan! Berikut 5 Fakta Kecelakaan Maut Antara KA Bandung Raya dengan KA Turangga
Kecalakaan Maut KA Bandung Raya dan KA Turangga. (Berita Satu)

Kaltimtoday.co - Baru-baru ini terjadi kecelakaan maut antar KA Bandung Raya dengan KA Turangga di Petak Jalan Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat pada (5/1/2024) pukul 06.03 WIB.

Lantas, seperti apa kronologi kejadiannya? Kaltim Today berhasil merangkum 5 fakta kecelakaan maut tersebut di bawah ini.

1. Kronologi Kejadian

Dilansir dari BBC Indonesia, kereta Bandung Raya berangkat dari Stasiun Haurpugur menuju Stasiun Cicalengka. Sementara, KA Turangga telah melewati Stasiun Garut dan hendak menuju Stasiun Bandung.

Seorang saksi mata, Ayep, menyebutkan bawah dua kereta tersebut bertabrakan di jalur tunggal antara Stasiun Haurpugur dan Stasiun Cicalengka.

Perlu diketahui, hanya satu kereta yang boleh melintas di jalur tunggal, yakni jalur Haurpugur-Cicalengka. Jalur tunggal sendiri diperuntukkan untuk kereta jarak jauh dan kereta lokal harus berhenti dan menunggu jalur tersebut hingga kosong.

Saat ini, PT KAI belum membeberkan terkait penyebab pasti tabrakan terjadi dan menunggu hasil investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

2. Jumlah Korban

Dilansir dari Suara.com, insiden ini menyebabkan sejumlah korban luka-luka dan meninggal dunia. Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Ibrahim Tompo menyebutkan data sementara terdapat 28 orang terluka. 

Tercatat 3 orang meninggal dunia, termasuk masinis KA lokal Padalarang, asisten masinis kereta api lokal Padalarang, dan satu orang pramugara kereta api Turangga.

3.  Jumlah Penumpang

Kepala Basarnas Bandung, Hery Marantika menyebutkan saat tabrakan terjadi kereta Bandung Raya membawa sebanyak 106 orang dan kereta Turangga membawa 54 penumpang. 

Hingga saat ini, tim Rescue Basarnas Bandung masih mengevakuasi dan mendata korban tabrakan KA Turangga dan KA Bandung Raya.

4. Sebanyak 9 perjalanan kereta api dibatalkan

Imbas dari kecelakaan ini membuat 9 perjalanan kereta api lainnya harus dibatalkan. Joni Martinus selaku VP Corporate Secretary KAI mengungkapkan hal ini dilakukan karena jalur yang dilintasi terhambat oleh gerbong kereta yang alami kecelakaan.

Adapun daftarnya sebagai berikut:

  1. KA 92 (Lodaya) lintas Bd-Kya (SF 10 Kereta)
  2. KA 6 (Argo Wilis) lintas Bd-Kya (SF 10 Kereta)
  3. KA 182 (Baturraden Ekspres) lintas Bd-Kya (SF 8 Kereta)
  4. KA 181 (Baturraden Ekspres) lintas Kya-Pwt (SF 8 Kereta)
  5. KA 250 (Serayu) lintas Pwt-Kya (SF 7 Kereta)
  6. KA 251 (Serayu) lintas Kya-Bd-Ckp (SF 7 Kereta)
  7. KA 252 (Serayu) lintas Ckp-Kya (SF 7 Kereta)
  8. KA 249 (Serayu) lintas Kya-Pwt (SF 7 Kereta)
  9. KA 240 (Pasundan) lintas Kac-Kya (SF 8 Kereta)

5. Kecelakaan Mirip Tragedi Bintaro

Kecelakaan KA Bandung Raya dengan KA Turangga seperti tragedi Bintaro pada 1987 silam. Kecelakaan terjadi antara KA 220 Rangkas dengan KA 225 Merak di Pondok, Betung, Bintaro, Jakarta Selatan pada 19 Oktober 1987 pukul 06.45 WIB.

Pada saat itu, KA 225 Rangkasbitung-Jakarta Kota membawa 1.887 penumpang, melebihi kapasitasnya hingga 200 persen. Penumpang masih diperbolehkan naik ke atap atau memadati gerbong kereta.

KA 220 Tanah Abang-Merak membawa 478 penumpang dan berangkat dari Stasiun Kebayoran menuju Stasiun Sudimara. Situasi ini mengejutkan petugas Stasiun Sudimara karena tiga jalurnya sudah terisi, termasuk KA 225 yang berhenti di Jalur 3.

Pertempuran antara kedua kereta tersebut terjadi karena melintasi rel yang sama dari arah berlawanan. Upaya persilangan kereta di Stasiun Kebayoran terhambat oleh pergantian shift petugas, sehingga rencana tersebut terlambat dieksekusi. 

Petugas berusaha mengosongkan jalur di Stasiun Sudimara, namun masinis KA 225, Slamet Suradio, kesulitan melihat isyarat karena kondisi lokomotif dipenuhi penumpang.

Kecelakaan antara KA 225 dan KA 220 tak terhindarkan, terutama karena rutenya melalui tikungan S yang pada masa itu masih didominasi perkebunan dengan semak belukar yang luas.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kaltimtoday.co. Mari bergabung di Grup Telegram "Kaltimtoday.co News Update", caranya klik link https://t.me/kaltimtodaydotco, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. 



Berita Lainnya