Opini

Antara Sisi Positif dan Sisi Negatif Kenaikan BBM

Oleh: Muh. Taupiq (Mahasiswa S1 Hukum Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur)

KENAIKAN Bahan Bakar Minyak (BBM) merupakan topik pembahasan yang panas di tengah berbagai permasalahan di negara yang kita cintai dengan sumber kekayaan alam yang melimpah, bahkan konon katanya tongkat dan batu pun jadi tanaman.

Berbagai perspektif mulai dilontarkan, dari masyarakat, mahasiswa, pengamat kebijakan, sampai perdebatan elit politik menjadi suguhan bagi masyarakat, dengan adanya kenaikan BBM tentu ada yang pro dan kontra.

Masih banyak yang beranggapan bahwa kenaikan harga BBM ini berpengaruh baik, tetapi lebih banyak masyarakat yang beranggapan bahwa kenaikan harga BBM ini berpengaruh buruk baginya.

Baca juga:  Kaltim Pecah Rekor! Kasus Covid-19 Tertinggi Sejak Maret

Setelah mendengar berita kenaikan harga BBM banyak masyarakat resah, khususnya para pekerja yang bersinggungan langsung seperti tukang ojek, supir angkutan umum, ojol dan lain sebagainya. Padahal kenaikan BBM juga memiliki pengaruh positif bagi masyarakat. Lalu apa dampak positifnya?

Mengurangi jumlah penggunaan kendaraan pribadi yang menyebabkan kemacetan, menurut data dalam website Badan Pusat Statistik, di Indonesia penambahan jumlah kendaraan pribadi seperti motor dan mobil semakin meningkat setiap tahunnya.

Hal Ini yang menyebabkan kemacetan tidak kunjung membaik. Lalu apakah kenaikan harga BBM sangat berpengaruh dalam pengurangan jumlah kendaraan pribadi? Tentu saja benar. Murahnya harga BBM membuat masyarakat boros dan selalu bergantung dengan kendaraan pribadinya.

Mengurangi polusi udara 

Menaikan harga BBM membuat masyarakat berhemat dan lebih memilih naik transporatasi umum atau nebeng ketimbang membawa kendaraan pribadinya. Hal ini yang menyebabkan pengurangan jumlah transportasi sehingga dapat mengurangi polusi udara.

Mendorong kreativitas dan inovasi

Kenaikan harga BBM mendorong masyarakat lebih berpikir kreatif dan inovatif untuk menghindari penggunaan BBM yang berlebihan seperti menciptakan transportasi ramah lingkungan. Salah satu contohnya seperti produksi mobil listrik atau alternatif bahan bakar nabati.

Menambah anggaran pemerintah

Selain masyarakat, dampak positif sangat berpengaruh terutama pada pemerintah. APBN yang tidak stabil membuat pemerintah kewalahan. Kenaikan harga BBM dapat menambah anggaran pemerintah sehingga akan berdampak pada  APBN yang tetap stabil dengan menaikan harga BBM. Pemerintah tidak bisa mengandalkan pemasukan negara karena subsidi yang selalu di luar perkiraan.

Baca juga:  Fenomena Anies Baswedan, Rocky Gerung: Kaderisasi Parpol di Indonesia Gagal

Walaupun banyak dampak positif dalam kenaikan harga BBM, masih banyak masyarakat yang kontra terhadap hal tersebut, khususnya para masyarakat kalangan bawah. 

Kebutuhan akan komoditas BBM sangat berpengaruh terhadap semua aspek kehidupan seperti harga barang dan jasa lainnya. Lalu apa saja dampak negatif terhadap kenaikan harga BBM?

Inflasi atau kenaikan harga barang lainnya Kenaikan harga BBM membuat biaya transportasi lebih besar. Hal ini yang menyebabkan harga pasar sangat bergejolak tinggi.

Kenaikan biaya transportasi umum

Seperti yang dikatakan sebelumnya, kenaikan harga BBM membuat biaya transportasi lebih besar. Hal ini yang membuat masyarakat resah, memilih naik transportasi umum atau kendaraan pribadi.

Jika naik transportasi umum, ongkosnya pasti akan lebih mahal, tetapi jika membawa kendaraan pribadi, pembelian bensin juga mahal, ditambah kalau membawa kendaraan sendiri lebih capek karena macet.

Meningkatnya angka kemiskinan

Masyarakat kecil atau masyarakat kelas bawah sangat berpengaruh terhadap masalah kenaikan BBM. 

Walaupun pemerintah menjanjikan kompensasi tetapi kompensasi yang diberikan juga pasti tidak begitu berpengaruh karena minimnya kompensasi yang diberikan.

Pasti masyarakat kecil banyak yang mengandalkan bantuan sosial seperti yang direalisasikan pemerintah, berupa bantuan langsung tunai, Karena kenaikan masalah ini berpengaruh terhadap kebutuhan pokok masyarakat.

Karena negara kita masih tertinggal jauh dalam hal teknologi. Ditambah lagi  pemerintah mengatakan bahwa APBN tidak mampu menahan subsidi BBM, sehingga terjadi kenaikan harga.

Baca juga:  Kritisnya Dunia Penyiaran

Namun pemerintah tetap memberikan bantuan tunai, dikutip dari  CNBC adapun total dana tambahan bansos yang disepakati pemerintah mencapai Rp 24,17 triliun, di mana jumlah tersebut sebanyak Rp 12,4 triliun untuk bantuan langsung tunai (BLT), dan Rp 9,6 triliun untuk bantuan subsidi gaji bagi para pekerja yang memiliki penghasilan di bawah Rp 3,5 juta per bulan.

Padahal argumentasi pemerintah bahwa APBN tidak mampu menahan subsidi BBM sehingga terjadi kenaikan harga, maka pemerintah harus berkoordinasi dengan baik dan mempertimbangkan kebijakan yang dikeluarkan.

Seharusnya jika memang APBN tidak mampu menahan subsidi BBM, maka bantuan langsung tunai difokuskan saja untuk subsidi BBM, dan fokus saja impor komoditas bahan bakar minyak.

Kalau perlu anggota DPR pun harus mengerti, jika memang kondisi negara dalam kondisi sulit maka harus mengurangi gaji untuk kepentingan masyarakat.

Karena memang tugas DPR adalah mengabdi untuk rakyat, bukan kepentingan diri sendiri atau kelompok-kelompok tertentu yang mungkin biasa disebut sebagai oligarki. (*)

*) Opini penulis ini merupakan tanggung jawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi kaltimtoday.co

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kaltimtoday.co. Mari bergabung di Grup Telegram “Kaltimtoday.co News Update”, caranya klik link https://t.me/kaltimtodaydotco, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker