PEMKAB BERAU

Berau Rawan Karhutla, Manutung Jukut 2026 Terpaksa Dibatalkan, Bupati Alihkan ke Program GEMARIKAN

Kaltim Today
19 Agustus 2026 18:24
Berau Rawan Karhutla, Manutung Jukut 2026 Terpaksa Dibatalkan, Bupati Alihkan ke Program GEMARIKAN
Arsip Irau Manutung Jukut 2024. (Istimewa)

Kaltimtoday.co, Berau - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau membatalkan pelaksanaan kegiatan Manutung Jukut Tahun 2026 sebagai langkah antisipasi terhadap meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah kondisi cuaca panas dan kering.

Pembatalan tersebut disampaikan Dinas Perikanan Kabupaten Berau melalui surat Nomor 500.5.1/464/DISKAN tertanggal 18 Agustus 2026. 

Surat tersebut menindaklanjuti Surat Himbauan Bupati Berau Nomor 300.2.3/580/BPBD tentang Peningkatan Kewaspadaan dan Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Hidrometeorologi Kering di Kabupaten Berau.

Dalam surat tersebut, pemerintah mengimbau masyarakat untuk menghindari berbagai aktivitas yang berpotensi menimbulkan percikan api, membuang puntung rokok sembarangan, melakukan pembakaran terbuka, maupun menggunakan peralatan yang dapat memicu kebakaran.

Bupati Berau, Sri Juniarsih, menegaskan kondisi wilayah Berau saat ini membutuhkan kewaspadaan tinggi. 

Berau disebut menjadi salah satu wilayah dengan titik api terbanyak di Kalimantan Timur serta masuk dalam wilayah dengan suhu terpanas ketiga di Indonesia.

“Berau merupakan salah satu daerah dengan titik api terbanyak di Kalimantan Timur dan juga menjadi daerah terpanas nomor tiga di Indonesia. Karena itu, berbagai kegiatan yang berhubungan dengan api terpaksa harus kami batalkan,” tegas Sri Juniarsih.

Menurutnya, keputusan tersebut bukan berarti mengurangi semangat pemerintah dan masyarakat dalam memeriahkan rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Berau dan Kota Tanjung Redeb. Namun, faktor keselamatan dan pencegahan bencana menjadi pertimbangan utama.

“Memang kegiatan tersebut merupakan agenda tahunan dan bagian dari kemeriahan HUT Berau maupun Kota Tanjung Redeb. Tetapi dalam kondisi seperti sekarang, keselamatan masyarakat dan pencegahan kebakaran harus menjadi prioritas,” ujarnya.

Sebagai pengganti Manutung Jukut, Pemkab Berau akan mengalihkan kegiatan ke pelaksanaan Program GEMARIKAN (Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan) serta Pasar Ikan dan Pangan Murah.

“Ikan yang ada nanti Insya Allah akan kita sebar di 14 kecamatan se-Kapaten Berau untuk memastikan hak-hak masyarakat tetap tersalurkan,” tambahnya.

Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan konsumsi ikan masyarakat, mendukung upaya penurunan angka stunting, sekaligus membantu pengendalian inflasi daerah.

“Pembatalan kegiatan yang menggunakan api ini diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya bersama dalam mencegah terjadinya kebakaran di tengah kondisi cuaca panas dan kering yang turut dipengaruhi fenomena El Nino,” tandasnya.

[MGN | ADV PEMKAB BERAU]



Berita Lainnya