BPBD BONTANG
BPBD Rencana Gelar Pelatihan Penanggulangan Bencana untuk Perusahaan di Bontang
Kaltimtoday.co, Bontang - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bontang akan menggelar serangkaian pelatihan penanggulangan bencana bagi perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah Bontang. Kegiatan ini merupakan upaya meningkatkan kesiapsiagaan dan kapasitas karyawan perusahaan dalam menghadapi situasi darurat, terutama di kawasan industri dan pelabuhan.
Kepala Pelaksana BPBD Bontang, Usman, melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Eko Mashudi, mengatakan bahwa pelatihan ini akan difokuskan pada teknik penyelamatan di air (water rescue), penanganan korban di ketinggian (high angle rescue), serta simulasi pertolongan di area reruntuhan.
''Pelatihan ini kami rancang agar bisa dilakukan secara berkala, minimal tiga sampai empat kali dalam setahun. Tujuannya supaya perusahaan punya kesiapan dan sumber daya manusia yang tangguh dalam menghadapi kondisi darurat,'' ujar Eko Mashudi, Kamis (23/10/2025).
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari sinergi antara BPBD dan dunia industri dalam membangun budaya tangguh bencana di lingkungan kerja. Selama ini, kata dia, beberapa perusahaan besar di Bontang sudah rutin menggandeng BPBD untuk memberikan pelatihan teknis di lapangan.
''PT Pupuk Kaltim (PKT) dan PT Indominco Mandiri (IMM) termasuk yang paling aktif meminta kami mengisi materi pelatihan. Biasanya bentuknya simulasi evakuasi di gedung bertingkat, latihan penyelamatan di perairan, hingga penanganan darurat jika terjadi kecelakaan kerja,'' jelasnya.
Menurut Eko, setiap pelatihan akan disesuaikan dengan karakter dan potensi risiko di masing-masing perusahaan. Misalnya, di kawasan industri yang dekat pelabuhan akan difokuskan pada evakuasi di area perairan, sedangkan di area pabrik atau bangunan tinggi akan menitikberatkan pada teknik penyelamatan di ketinggian.
''Setiap lokasi punya tantangan berbeda. Karena itu kami ingin pelatihan yang dilakukan benar-benar relevan dengan kondisi di lapangan. Yang paling penting, semua pihak punya pengetahuan dan keterampilan dasar agar bisa bertindak cepat dan aman ketika bencana atau kecelakaan terjadi,'' tandansya.
[ADV BPBD BONTANG]
Related Posts
- Soal Penataan Lapak Pasar Pagi, Pedagang Sarankan Berbasis Arus Pembeli dan Perputaran Uang
- Tongkang Tabrak Jembatan Mahulu, Polisi Periksa 8 Saksi
- Rencana Buka Prodi Baru Tak Mudah, Unikarta Terkendala SDM dan Infrastruktur
- Dua Segmen Teras Samarinda Tahap II Molor, Dinas PUPR Terapkan Denda Harian
- Deposit Judi Online Capai Rp 36 Triliun, Transaksi Kini Banyak Beralih ke QRIS









