Samarinda

Cegah Stunting dan Pernikahan Dini, DPRD Samarinda Minta Semua OPD Turut Terlibat

Kaltimtoday.co, Samarinda – Kasus stunting di Samarinda mencapai 26,24 persen. Hal inipun perlu menjadi perhatian Pemkot Samarinda untuk menekan angka stunting secara masif.

Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti menyebutkan, kasus stunting bukan hanya dibebankan kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) saja, namun seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) juga harus berperan untuk menangangi stunting tersebut.

Baca juga:  Upaya Berantas Jukir Liar, DPRD Samarinda Minta Sejumlah Tempat Umum Terapkan E-Parking untuk Dongkrak PAD

“Semua OPD memiliki tangung jawab secara kolektif, harus keroyokan,” ujarnya di Gedung DPRD Samarinda, Selasa (22/02/2022).

Misalkan Dinas Pendidikan (Disdik), disebutkan Puji, melakukan perannya terhadap pemberantasan stunting di sekolah-sekolah.

“Memberikan edukasi atau sosialisasi asupan gizi kepada anak-anak didik,” sebut Puji.

Puji menjelaskan, untuk mencegah stunting tidak hanya kepada anak-anak yang baru lahir saja, tapi juga memberikan edukasi dan memberi asupan gizi yang mencukupi hingga dewasa.

“Ketika anak-anak sudah dewasa kemudian menikah, mereka sudah paham cara mencegah stunting. Sehingga tumbuh kembang keturunan mereka juga baik,” jelasnya.

Politikus Demokrat tersebut mengungkapkan, selain mencegah stunting pada anak-anak, penting juga Pemkot Samarinda melakukan pencegahan pernikahan dini.

“Ini butuh peran keluarga dan lingkungan sekitar juga Kementerian Agama. Kalau ini dibiarkan lalu mereka menikah tentu potensi melahirkan anak stunting juga besar,” pungkasnya.

Sebab, pernikahan dini menurutnya sangat rentan karena alat reproduksi yang belum matang. Kemudian psikologi seorang ibu yang menikah dini juga belum matang.

“Jadi stunting itu pencegahannya sangat luas mulai dari ibu hamil, anak-anak bahkan sudah dewasa pun asupan gizi terus diperhatikan,” sambungnya.

Selain itu, Puji mengharapkan agar pencegahan stunting tidak hanya menjadi andil Pemkot Samarinda, namun juga seluruh masyarakat. Mulai dari keluarga, RT, lurah dan camat untuk berkolaborasi dengan semua pihak agar dapat mencegah kasus stunting ini.

Baca juga:  Buntut Panjang Kecelakaan di Gunung Manggah, Masyarakat Tuntut Tindakan Tegas dari Pemerintah

Seperti mencegah stunting melalui program peningkatan gizi dan terus melakukan pemeriksaan ke posyandu yang sudah berjalan di level RT atau kelurahan.

“Dari pemeriksaan itu, selain memeriksa fisik anak juga mengetahui asupan gizi pada anak-anak balita,” tuturnya.

Peran RT juga sangat dibutuhkan, karena kata Puji, ketika RT itu memerintahkan warga-warganya atau mensosialisasikan pencegahan stunting ini salah satunya adalah melalui posyandu atau puskesmas terdekat.

[SDH | RWT | ADV DPRD SAMARINDA]

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kaltimtoday.co. Mari bergabung di Grup Telegram “Kaltimtoday.co”, caranya klik link https://t.me/kaltimtodaydotco, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker