Daerah
Curanmor Masih Tertinggi, Polresta Samarinda Tetapkan Tiga Prioritas Kamtibmas 2026
Kaltimtoday.co, Samarinda -Polresta Samarinda menetapkan tiga jenis kejahatan sebagai prioritas penanganan pada 2026, menyusul masih tingginya angka gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) sepanjang 2025. Ketiga kasus tersebut yakni pencurian kendaraan bermotor (curanmor), pencurian dengan pemberatan, serta kejahatan terhadap anak.
Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar mengatakan, berdasarkan evaluasi kinerja selama satu tahun terakhir, curanmor masih menjadi tindak pidana paling dominan terjadi di wilayah Kota Samarinda.
“Yang paling tinggi di Samarinda tetap kejahatan pencurian kendaraan bermotor. Selanjutnya pencurian dengan pemberatan, dan yang ketiga adalah kejahatan terkait perlindungan anak. Tiga ini akan menjadi prioritas utama kami di tahun 2026,” ujar Hendri Umar.
Ia mengungkapkan, sepanjang 2025 tercatat 138 kasus curanmor di Samarinda. Dari jumlah tersebut, 98 kasus berhasil diungkap, namun angka kejadian dinilai masih cukup tinggi dan menjadi perhatian masyarakat.
“Walaupun pengungkapannya cukup baik, angkanya masih tinggi. Ini pasti menjadi atensi masyarakat, sehingga perlu langkah serius untuk menurunkannya,” jelasnya.
Untuk menekan angka curanmor, Polresta Samarinda akan mengintensifkan berbagai upaya pencegahan, mulai dari pembinaan masyarakat, sosialisasi keamanan lingkungan, hingga peningkatan patroli di lokasi dan jam rawan. Penindakan terhadap pelaku juga akan terus diperkuat.
Selain curanmor, kejahatan terhadap anak juga menjadi sorotan serius aparat kepolisian. Hendri menyebut, kasus kekerasan terhadap anak menunjukkan peningkatan signifikan selama 2025.
“Di tahun ini terjadi peningkatan sekitar 35 kasus, sehingga total ada 106 kejadian. Anak menjadi korban, baik itu kekerasan seksual, persetubuhan terhadap anak di bawah umur, perundungan, maupun bentuk kekerasan lainnya,” ungkapnya.
Menurut Hendri, peningkatan kasus tersebut menjadi alarm bagi semua pihak, tidak hanya kepolisian, tetapi juga pemerintah dan masyarakat untuk bersama-sama memperkuat upaya perlindungan anak di Kota Samarinda.
Polresta Samarinda berharap, dengan penetapan prioritas penanganan dan penguatan strategi pencegahan, angka kejahatan pada 2026 dapat ditekan dan situasi kamtibmas di Kota Tepian semakin kondusif.
[RWT]
Related Posts
- Karhutla Mengancam, Pemkab Berau Ajukan Rekayasa Cuaca dan Water Bombing
- Masuk Karisma Event Nusantara, Pesta Adat Erau Kukar Digelar 20-27 September 2026
- Gandeng Industri di Kutai Barat, Trakindo Kenalkan Solusi Alat Berat Digital Lewat Trakindo Fest 2026
- DPRD Samarinda Soroti Kesiapan Sistem Sebelum Parkir Berlangganan Diterapkan
- El Nino Berpotensi Sampai Oktober, Gubernur Rudy Mas'ud Instruksikan Bupati/Wali Kota Gerak Cepat Siaga Bencana Karhutla









